Beranda > Olah Raga > AC Milan: Di Persimpangan Jalan

AC Milan: Di Persimpangan Jalan

Terlihat bahwa status kepemilikan AC Milan masih simpang siur. Siapa yang akan menjadi pemilik baru Milan? Adalah pertanyaan yang selama setahun belum terjawab. Jika Silvio Berlusconi tetap memiliki AC Milan, maka harus ada sejumlah investasi, perbaikan manajemen, dan tentu saja reformasi di dalam permainan dan komposisi pemain.ACMilan2

Menjawab pertanyaan pertama, siapakah yang akan membeli AC Milan? Bee Taechaubol adalah sosok yang tahun kemarin menjadi perbincangan. Persona yang berasal dari Thailand ini menjadi asa bagi Milan tahun lalu dengan pembicaraan pengalihan klub dari sang Godfather Berlusconi ke Mr. Bee. Toh, hingga saat ini tidak pernah ada pengalihan kepemilikan klub. Tidak pernah ada konfirmasi bahwa AC Milan telah dijual ke Mr. Bee. Rupanya, Mr. Bee tidak bisa menunjukkan “mahar” yang diminta Berlusconi sebesar 700 juta Euro untuk 70%-80% saham Milan. Namun, anehnya, Berlusconi telah berinvestasi banyak musim lalu. Pengeluaran yang mencapai 100 juta Euro adalah kali pertama, bagi saya, melihat Milan menghabiskan uang sebanyak itu.

Pertanyaan pertama belum terjawab selama musim 2015/2016, yang kemudian mengendap karena perhatian orang tertuju pada penampilan “pas-pasan” dan gagal memenuhi target. Belum musim mulai, isu ini kembali berkembang. Kali ini para pembeli dari tanah Tiongkok, yang klub-klub sepakbolanya gila-gilaan menghambur-hamburkan uang untuk membeli pemain bintang. Mulai dari pemilik Baidu, Robin Li, yang sudah dimentahkan isunya, hingga saat ini isu yang berkembang adalah Sonny Wu dan GSR Capital sebagai pembeli paling potensial. Sebesar 825 juta dollar dipotong hutang yang akan dibayarkan ke Berlusconi untuk mengambil alih 80% saham Milan, yang sudah jelas pergantian kendali dalam birokrasi klub. 20% sisanya akan diambil dalam jangka 2 tahun yang akan menelan dana investasi 400 juta Euro, untuk komitmen bagi klub, yang diminta Berlusconi. Sehingga, dalam waktu 3 tahun ini, AC Milan akan berganti pemilik sejak 30 tahun lalu. Menurut Berlusconi, sesaat setelah dioperasi, menyatakan dirinya telah menjual Milan pada sosok “yang memiliki koneksi kuat dengan pemerintah RRT”.

Pertanyaan kedua adalah soal investasi. Tahun lalu, pula, rencana pembangunan stadion AC Milan diangkat ke publik, secara resmi lewat situs resmi klub, dan berakhir dengan pembatalan. Maka, soal investasi bukan saja dalam bentuk pemain-pemain berkualitas, tetapi pula infrastruktur. Sudah bukan rahasia umum jika klub-klub Italia tidak memiliki stadion sendiri. Hanya Juventus, dan kemungkinan Cagliari adalah sebagian kecil klub yang memiliki stadion sebagai aset. Memiliki stadion bukan saja menambah pundi-pundi kantong klub, tetapi juga menjamin fasilitas tetap terjaga sesuai kebutuhan klub. Belum lagi “jamahan” sponsor di sudut-sudut stadion yang menjamin “kas” untuk pembiayaan perawatan stadion. Investasi lainnya adalah pada infrastruktur Milanello. Cerita tentang kesahian Milan Lab sudah menjadi mitos. Kobe Bryant datang ke Milanello pada saat kisah itu telah menjadi mitos. Kobe lalu pensiun dengan usia yang lebih awal ketimbang Paolo Maldini.

Kemudian, area lain yang harus dibenahi adalah manajemen. Selama ini AC Milan terlalu bergantung pada sosok Adriano Galliani, tanpa mengurangi rasa hormat saya padanya, beliau butuh istirahat. Kemudian Barbara Berlusconi atau lebih dikenal Ms. B ini tidak memiliki dampak apa-apa pada perkembangan klub. Selain tidak memiliki pengalaman di dunia sepakbola, posisinya lebih terlihat sebagai wakil ayahnya di direksi. Perlu adanya pembaruan. Tassoti sudah pergi dari bangku cadangan untuk membantu Shevechenko di Ukraina, yang lain juga sudah harus mempertimbangkan posisi-posisi mereka karena Milan sudah tiga musim di luar habitatnya, Liga Champions!

Isu lain adalah pemain dan permainan. Faktor ini, selain level kepelatihan sejak sepeninggal Allegri, bukan barang baru. Milan senang dengan pemain gratis, dan pemain gratis senang diincar Milan. Ini adalah simbiosis mutual yang lebih menjadi parasit di dalam permainan klub. Selain itu, pemain-pemain yang didatangkan bukanlah pemain bintang tetapi pemain-pemain “kelas dua”. Mungkin pembenaran yang dibilang Gandini ada benarnya bahwa sekarang pemain dengan skil rata-rata bisa menjadi pemain mahal, karena ada klub-klub sepakbola yang “kaya mendadak” sehingga harga-harga pemain yang demikian meningkat tajam. Maka, Milan, dengan sumber daya ekonomi yang kembang kempis mulai ogah mencari pemain-pemain kelas dua. Tidak heran dengan minimnya sumber dana, opsi gratis dan pinjaman diambil AC Milan. Pemain-pemain macam Juraj Kucka, Luca Antonelli, Alex, Palleta atau Diego Lopez didatangkan dengan skema seperti itu. Pemain yang paling stabil di Milan, Jack Bonaventura, pun belum dianggap mampu membawa Milan ke level tinggi sebagaimana dahulu kala. Kedatangan Bertolacci, Bacca, dan Romagnoli membawa harapan baru sebagai tulang punggung tim walaupun belum dibarengi dengan peningkatan permainan pemain-pemain lain.

Pola permainan Milan yang masih belum lepas dari 4-3-1-2 juga menjadi asal-muasal Milan sulit berkembang. Pola yang menutut seorang trequartista. Pemain yang bisa menjadi trequartista adalah Kaka. Keisuke Honda memang seorang trequartista, tapi level permainan yang dibawanya tidak mampu menyamain Kaka. Akhirnya inkonsistensi muncul. Kedatangan Montella menjadi awal baru lagi, pola-pola lebih variatif, dan permainan dengan determinasi menjadi harapan. Montella pun akan dihadapkan dengan tantangan pada komposisi pemain-pemain medioker yang dimilikinya. Semoga mediokritas bisa dilaluinya supaya Milan bisa kembali ke habitatnya, Liga Champions!

Kategori:Olah Raga
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: