Beranda > Olah Raga > Pertaruhan Newcastle United di 2016

Pertaruhan Newcastle United di 2016

Newcastle United Unveil New Signing Jonjo Shelvey

Newcastle United, terperosok ke jurang degradasi setelah menghabiskan dana hampir 50 juta poundsterling di jendela transfer musim panas 2015 kemarin. Di tahun 2016, dengan ancaman degradasi, klub yang berjuluk The Magpies ini kembali jor-joran. Tidak tanggung-tanggung 4 pemain ditebus dengan mahar senilai 29 juta poundsterling. Tertinggi di antara klub-klub EPL! Pemain yang didatangkan terdiri atas 3 gelandang, 2 di antaranya adalah gelandang tengah, seorang winger, dan seorang striker pinjaman.

Transaksi ini tentu saja menjadi pertaruhan Newcastle United menyelamatkan diri dari ancaman degradasi, dan tentu saja, kehilangan bagian atas hadiah 5 miliar poundsterling selama 3 musim bagi klub-klub Inggris. Sang pemilik, Mike Ashley, pun tidak tinggal diam. Bisnis adalah urusan belakangan saat ini, sekarang adalah masalah menaikkan posisi klub keluar dari zona degradasi. Tidak masalah di posisi berapa asalkan keluar dari zona tersebut.

Ada 3 nama dengan rating tinggi, kalau bisa dibilang demikian, yang didatangkan ke klub. Pertama adalah gelandang sentral Swansea dan Inggris, Jonjo Shelvey. Digadang-gadang memiliki talenta yang bakal setara dengan Gerrard, pemain ini bisa melepaskan umpan dari jarak jauh dengan akurasi tinggi. Salah satu buktinya adalah bagaimana skema dari gol Giorginio Wijnaldum yang dimulai dari Shelvey. Kelemahannya adalah bagaimana agar tidak buru-buru dalam melakukan passing, terutama back-pass, sehingga tidak memudahkan musuh merebut bola. Dalam 2 pertandingan debut bersama Newcastle, pemain ini memang belum melakukan kesalahan-kesalahan fatal dalam oper-mengoper, namun perbedaan filosofi antara Swansea dan Newcastle, bukan tidak mungkin malah membuat si pemain lebih banyak melakukan kesalahan. Bahkan di Swansea sendiri, pemain ini belum konsisten di lapangan tengah.

Pemain kedua adalah Andres Towsend, telah menjadi langganan timnas Inggris bersama Shelvey. Seorang pemain sayap berkaki kiri tapi lihai menjadi inverted winger, sosok yang diharapkan dimiliki oleh klub namun baru kali ini didapatkan. Towsend menambah pemain-pemain berteknik tinggi di lini tengah The Magpies. Telah ada sebelumnya Moussa Sissoko dan Wijnaldum, lalu Thauvin yang kemudian dipinjamkan ke klub lamanya, dan ada Shelvey yang baru bergabung. Kehadiran Towsend tentu saja menyingkirkan beberapa pemain jadul yang “gagal” antara lain Obertan, Gouffran, dan Marveaux. Pemain berkaki kidal ini bisa mengisi beberapa posisi, antara lain posisi winger dan penyerang lubang. Kecepatan pemain ini diharapkan mampu menjadi solusi lain Newcastle ketika tidak mampu menembus dinding pertahanan lawan.

Pemain lainnya adalah Henri Saivet, seorang pemain gelandang sentral, yang direkrut dari klub Liga Perancis, Bordeaux. Pemain ini didatangkan untuk melapis Vurnon Anita atau Jack Colback. Dalam debut penuh pertamanya, Newcastle kalah dari Watford 1-2. Tidak buruk sebenarnya jika tidak melihat hasil yang didapatkan, karena Newcastle saat itu kurang beruntung. Saivet diharapkan mampu menjadi penyeimbang lini tengah bersama Shelvey atau Colback. Kedatangan Saivet sendiri meramaikan invasi pemain dari Liga Perancis ke Newcastle. Ada Gouffran, Sissoko, Obertan (lewat Manchester United), Marveaux, Manu Riviere, Haidara, dan Thauvin yang kini dipinjamkan. Dan kebanyakan di antara mereka gagal masuk tim inti, malahan masuk daftar jual. Apakah Saivet akan menjadi salah satu di antara mereka?

Pemain terakhir yang datang ke Newcastle adalah Seydou Doumbia. Pemain asal Pantai Gading adalah pemain dengan posisi penyerang. Setelah mendatangkan Aleksandar Mitrovic pada musim panas kemarin, lini ini kembali mendapatkan tambalan pemain baru. Bisa dimengerti karena lini depan Newcastle tidak tajam selama mengarungi musim ini. Bayangkan saja, top score klub adalah Wijnaldum yang berposisi gelandang, sedangkan para penyerang belum mampu menyarangkan lebih dari 6 gol. Lini ini menjadi sorotan lagi. Pappis Cisse yang didatangkan sekitar 4 tahun lalu tampil angin-anginan dan inkonsisten, belum lagi dekapan cidera. Riviere tumpul dan De Jong bukanlah seorang goal-getter. Akhirnya klub memutuskan mendatangkan Doumbia, walau penyerang 28 tahun ini bukanlah opsi utama. Sempat mengadu nasib ke Serie A bersama AS Roma, yang gagal, Doumbia datang membawa prospek bagus. Pemain ini hanya kalah dari Messi, Benzema, dan Ronaldo soal rata-rata menit per gol di UEFA Champions League. Karirnya di CSKA gemilang dengan mencetak 61 gol dalam 95 pertandingan atau 1 gol dalam 3 pertandingan. Menduetkan dengan striker Ayoze Perez diharapkan dapat membantu Newcastle menjebol pertahanan lawan. Seperti kata Gini Wijnaldum seusai pertandingan melawan Watford, bahwa “kita terlalu sopan di depan gawang lawan” memberikan warning terhadap lini depan Newcastle.

Well, pertaruhan Newcastle, terutama Ashley dan managing director Lee Charney, haruslah berbuah manis. Ingat, kontrak Liga Inggris selama 3 tahun ke depan mencapai 5 miliar poundsterling, dan hanya dibagikan kepada klub-klub Liga Premier. Terdegradasi, berarti mengucapkan selamat tinggal terhadap bonus besar di Liga Inggris.

Kategori:Olah Raga
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: