Beranda > Olah Raga > Newcastle United: Wijnaldum dan Mitrovic

Newcastle United: Wijnaldum dan Mitrovic

Diawali oleh 2 pembelian, bahkan dalam waktu dekat akan meresmikan pembelian ketiga, para fans Newcastle United bisa berharap nasib klub kesayangannya akan lebih baik. Pembelian Georginio Wijnaldum dan Aleksandar Mitrovic cukup menjanjikan mengingat kiprah kedua pemain di klub papan atas Belanda dan Belgia serta menjadi incaran banyak klub yang lebih besar dari Newcastle.

Kedua pemain akan menjadi tambahan yang memperdalam kualitas tim terutama dari sisi ofensif. Sisi ofensif cukup berkurang kemampuannya sejak kepergian Demba Ba serta Yohan Cabaye, dan menurunnya performa Pappis Cisse di lini depan pada musim 2013/2014. Musim lalu, klub mencoba menambal kekurangan ini dengan membeli para legiun Perancis (Remy Cabella dan Emmanuel Riviere), Siem de Jong, dan Ayoze Perez. Sayang, hanya Ayoze yang bisa dibilang tampil memuaskan dengan gol-golnya yang menentukan pada beberapa pertandingan. Remy Cabella gagal memberikan ekspektasi yang memuaskan walaupun cukup atraktif dengan skil individu yang diperagakan. Emmanuel Riviere yang didatangkan dari Monaco bahkan mandul di lini depan dan hanya mencetak 1 gol sepanjang musim, dan mulai kehilangan tempat di lini depan sejak paruh pertama musim. Siem de Jong sudah tersingkir karena cidera.

Setiap musim dimulai, fans akan memiliki harapan baru kala pemain-pemain baru didatangkan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan di musim lalu. Pemain-pemain yang berkualitas lebih-lebih meningkatkan daya saing klub untuk bersaing di Liga Inggris musim ini. Newcastle United baru mendatangkan 2 pemain yang berkualitas untuk sisi ofensif. Berkualitas dalam hal ini memiliki nama yang dikenal oleh para penggemar sepakbola dan memiliki signifikansi di klub yang sebelumnya mereka bela. Oleh karena itu tidak salah saya, seperti yang di atas telah saya bilang, 2 pemain berkualitas itu ada dalam diri Wijnaldum dan Mitrovic. Saya akan mencoba mengulas bagaimana pemain ini disebut berkualitas.

Georginio Wijnaldum

image

Pemain kelahiran Rotterdam 24 tahun lalu ini telah merasakan bermain di 2 klub raksasa Belanda (PSV Eindhoven dan Feyenoord Rotterdam) selama karir seniornya sebelum pindah ke Newcastle United. Selama karirnya di Belanda, Gini – panggilan akrabnya -, telah memenangkan 2 gelar bergengsi di Belanda. Bersama PSV Eindhoven, salah 1 dari 3 raksasa Liga Belanda, Gini telah mempersembahkan KNVB Cup (Piala Belanda) pada musim 2011-2012 dan Liga Belanda pada 2014-2015. Di even internasional, Gini tampil bersama skuad Belanda yang menjadi juara ketiga di ajang bergengsi Piala Dunia 2014. Berdasarkan statistik individualnya di Liga Belanda, Gini telah memainkan 286 pertandingan, mencetak 81 gol, dan menciptakan 34 asist. Artinya, Gini akan mencetak 1 gol setiap 4 pertandingan yang diikutinya. Jumlah yang signifikan bagi saya, apalagi posisinya berada di lini tengah.

Sekarang pertanyaannya, apa yang bisa dihasilkan oleh Wijnaldum bagi Newcastle United? Atau lebih dalam lagi, kualitas apa yang dibawa oleh Wijnaldum untuk meningkatkan daya saing The Magpies musim ini? Pertama, Gini adalah seorang pemain yang berposisi di lini tengah yang memiliki skill untuk “attacking minded”. Dengan kemampuan mencetak gol yang tinggi, Gini dapat menjadi alternatif ketika lini depan buntu. Kolaborasinya dengan Remy Cabella di lini kreatif Newcastle akan ditunggu banyak fans. Kedua, Gini dapat beroperasi lebih ke bawah bersama Collback ataupun Sissoko. Formula ini pernah diterapkan oleh Louis van Gaal di Piala Dunia 2014, di mana dia menempatkan Gini di lini tengah bersama Sneijder dan Nigel de Jong. Gini pun memiliki kemampuan dribel yang mumpuni, mengeksekusi tendangan bebas, dan menahan bola dengan baik. Ketiga, kemampuan Gini mengisi lini serang lain (versatility) dengan cukup baik. Gini mampu mengisi posisi lain seperti pemain sayap ataupun berperan sebagai gelandang box-to-box dengan baik. Di PSV, Gini memainkan peran ini bergantian dengan Adam Maher.

Pemain ini cukup lengkap untuk lini tengah.
Newcastle United sendiri telah kehilangan sosok-sosok kreatif macam Yohan Cabaye ataupun Hatem ben Arfa. Sylvain Marveux pun diperkirakan akan hengkang. Remy Cabella masih individualistis dan butuh partner di lini serang agar tidak membebani dirinya untuk membuka ruang. Pemain ini pun diharapkan menjadi alternatif lain dalam mencetak gol mengingat statistik yang dimilikinya cukup menjanjikan dalam hal mencetak gol. Cukup dalam arti sudah teruji di level klub atas namun belum cukup teruji untuk level Liga yang kualitas dan tuntutan yang lebih tinggi. Saya lebih menyenangi trio Sissoko-Collback-Wijnaldum di lini tengah Newcastle untuk mengarungi musim yang baru.

Aleksandar Mitrovic

image

Pemain dengan tinggi 1,89 meter ini dijuluki “The White Drogba”. Untuk pemain yang berusia 20 tahun tersebut, julukan itu rasanya terlalu “tinggi” jika dilihat performanya yang “hanya” berada di Liga Belgia maupun Liga Serbia. Kepindahannya ke Newcastle United adalah langkah besar untuk pembuktiannya sebagai striker muda bertalenta versi UEFA setelah penampilan mengesankannya di ajang Piala Eropa U-19 2013.

Mitrovic adalah sosok yang dibutuhkan oleh Newcastle United dalam urusan mencetak gol. Bagian yang hilang ketika Demba Ba pergi, dan Pappis Cisse menurun produktifitas golnya. Menduetkan keduanya mungkin menjanjikan, tapi di era sepakbola modern, memang jarang tim papan atas memainkan 2 striker yang memiliki kesamaan tipe. Mitrovic adalah penyerang ulung di kotak penalti, bukan tipikal Ayoze yang membuka ruang dengan teknik individunya. Mitrovic adalah seorang “target-man player” yang menjadi titik puncak dalam skema serangan sebuah tim.

Apa yang menjadi kualitas Mitrovic yang berarti bagi Newcastle United? Tugas seorang striker adalah mencetak gol. Walaupun seorang pelatih akan mengalihkan beban pemainnya yang jarang mencetak gol dengan mengatakan “seorang striker tidak harus mencetak gol”, tetapi signifikansi seorang striker akan dinilai berdasarkan golnya. Mitrovic mencetak total 44 gol bagi Anderlecht dari 90 penampilan di berbagai kompetisi. Jika dikonversikan ke pertandingan, maka setiap 2 pertandingan Mitrovic akan mencetak 1 gol. Suatu statistik yang mengagumkan tentunya untuk pemain yang baru berusia 20 tahun. Jika dibandingkan dengan striker terbaik Newcastle saat ini, Pappis Cisse (41 gol dari 109 pertandingan di berbagai kompetisi – dengan rasio 1 gol setiap 4 pertandingan), maka Mitrovic bisa dibilang lebih baik. Namun untuk skala kualitas Liga, Cisse lebih baik tapi Mitrovic layak diberikan kesempatan. Apalagi Mitrovic sudah mengungkapkan salah satu target di Newcastle yaitu bisa bermain seperti legenda Newcastle, Alan Shearer, bermain.

Untuk Gini, satu posisi lini tengah rasanya sudah pasti menjadi miliknya. Pemain serba bisa ini dapat menjadi kunci permainan, perubahan strategi, maupun alternatif ketika lini depan sudah mengalami kebuntuan mencetak gol. Gini sendiri sudah mencetak 2 gol di ajang pramusim Newastle dari 2 kali kesempatan tampil. Mitrovic – belum pernah tampil di pramusim bersama Newcastle – sendiri mendapatkan banyak persaingan di lini depan, dari Cisse maupun Ayoze, dan kembalinya Siem de Jong dari masalah cidera. Tapi, positifnya adalah kualitas pemain Newcastle makin bertambah untuk kedua lini tersebut sehingga menjadi daya saing yang baik saat menghadapi kerasnya kompetisi Liga Inggris nanti. Tidak ada salahnya berharap akan tercipta banyak gol-gol dari Wijnaldum maupun Mitrovic nanti. Howay!

Kategori:Olah Raga
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: