Beranda > What I See > Prakiraan Formasi Barcelona vs Bayern

Prakiraan Formasi Barcelona vs Bayern

image

Semifinal Liga Champions musim ini bisa dikatakan bertema reuni. Real Madrid, sang juara bertahan, ditantang oleh “Si Nyonya Besar” Juventus dan Barcelona akan bertemu FC Hollywood, Bayern Muenchen. Reuni yang terjadi antara kedua partai besar tersebut adalah ketika Carlo Ancelotti, pelatih Real Madrid dan Pep Guardiola, pelatih Bayern Muenchen kembali ke bekas klub lama mereka.

Carletto, sapaan Ancelotti, adalah bekas pelatih Juventus periode 1999-2001. Sedangkan Pep, siapa yang tidak mengetahuinya? Semua orang tahu kalau Pep adalah bekas pemain dan pelatih Barcelona. Pep bahkan mempersembahkan banyak trofi ke lemari Barcelona ketika dia berada di sana, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Barcelona vs Bayern Muenchen
Tidak ada yang diketahui oleh Barcelona mengenai Pep Guardiola. “Barcelona memiliki keuntungan dengan mengetahui saya ketimbang saya mengetahui mereka” kata Pep di situs uefa.com. Metode tiki-taka Pep yang merajai Eropa dan Spanyol di medio 2009-2012 bersama Barcelona telah usai, saat ini Pep berusaha mengembangkan kekuatan Bayern Muenchen dengan gaya yang berbeda.

Walaupun demikian, apa yang diperagakan oleh Bayern ketika dilatih oleh Pep tidak berbeda jauh dengan Barcelona. Jadi tidaklah heran Pep berkata demikian. Anak-anak didik Pep seperti Pique, Alves, Mascherano, Busquet, Iniesta, dan Messi masih menjadi andalan di starting XI Barcelona saat ini. Di bangku cadangan ada Xavi dan Pedro yang tidak jarang memberikan sentuhan ala Pep hingga saat ini. Intinya apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan taktik Pep sudah diketahui!

Namun jangan menganggap remeh Bayern Muenchen. “Mereka (Barcelona) tahu bagaimana saya berpikir tapi mereka tidak tahu apa yang dipikirkan pemain-pemain saya (Bayern)” kata Pep mengingatkan. Apa yang dihadapi oleh Barcelona bukanlah hanya seorang Pep, tapi juga Bayern Muenchen dan pemain-pemainnya. Tentu belum hilang dari ingatan kita bagaimana Bayern Muenchen mengalahkan Barcelona dengan agregat 7-0 di semifinal Liga Champions 2012/2013. Kita belum lupa juga bagaimana saat itu duet Arjen Robben dan Franck Ribery mengobrak-abrik pertahanan Barcelona yang dikomandoi oleh Puyol dan Pique. Nama terakhir masih mengisi starting XI Barca hingga saat ini.

Tapi Barcelona yang sekarang berbeda dengan Barcelona era Pep. 3 pelatih datang membawa filosofi yang berbeda. Almarhum Tito membawa gaya permainan Pep, Tata Martino membawa filosofi bagaimana memainkan bola secara vertikal tanpa menghilangkan tiki-taka yang menjadi identitas Barca. Tidak heran jika pada era Tata, Barcelona sesekali kalah dalam penguasaan bola namun efektif dalam melakukan penyerangan dan lebih baik dalam bertahan, walaupun pada era itu tiada satu trofi pun didapatkan.

Di era Luis Enrique, Barca dapat dikatakan berbeda. Investasi besar-besaran yang dilakukan memberikan Enrique lebih banyak opsi ketimbang para pendahulunya. Mulai dari Jeremy Mathieu, duo kiper Claudio Bravo dan Marc Ter-Stegen, bek Thomas Vermaulen, Ivan Rakitic, Douglas, hingga Luis Suarez. Barcelona kaya akan pemain dan komposisi kedalamannya makin baik. Jadi apa yang ada di Barcelona saat ini tidak bisa dianggap sama dengan era Pep, walaupun warisan tiki-takanya masih kental dengan tim ini.

Prakiraan Line-up Barcelona
Barcelona akan tampil dengan kekuatan penuh ketika memainkan leg 1 di Camp Nou. Hanya Mathieu yang kemungkinan absen, dan posisinya akan diisi oleh Mascherano. Trio MNS, Messi – Neymar – Suarez yang akan menempati lini serang Barcelona akan menjadi perhatian pertahanan Bayern. Trio ini telah menghasilkan 102 gol, 2 gol lebih banyak dari trio Messi – Eto’o – Henry pada era Pep.

Lini tengah Barcelona tidak ada masalah. Trio Iniesta – Rakitic – Busquet masih menjadi motor serangan. Khusus untuk Rakitic, pemain ini memberikan physical presence di lini tengah Barca. Pemain yang diplot mengisi tempat sang maestro Xavi ini kuat dalam bertahan dan menyerang. Selain itu, pintar mengatur tempo bersama Iniesta dan kokoh saat menggalang lini tengah bersama Busquet.

Lini belakang Barcelona hanya ditinggal oleh Mathieu, pelapisnya Mascherano juga tidak kalah unggul. Pemain berkebangsaan Perancis ini menjadi salah satu sosok yang menjadikan lini belakang Barcelona kembali kokoh sepeninggal Puyol. Pique dan Mascherano akan menjadi tumpuan di sentral pertahanan. Keduanya ditemani oleh Alves dan Alba di sisi kanan dan kiri. Sedang di bawah mistar, Enrique akan menempatkan Ter-Stegen. Pemain ini bermain sempurna pada empat pertandingan sebelumnya di Liga Champions.

Prakiraan Line-up Bayern
Tentu Guardiola sedang pusing saat ini. Mengapa? Para pemain andalannya berjatuhan karena cedera. Dua penggedor utamanya, Robben dan Lewandowski mengalami cidera. Robben sudah divonis cidera hingga musim selesai. Sedang Lewandowski, mengalami cidera saat pertandingan di DFB Pokal melawan Dortmund. Walaupun demikian, penyerang berkebangsaan Polandia ini masih berharap dapat diturunkan. Lini serang Bayern akan sangat berharap pada sosok Mario Goetze dan Thomas Mueller.

Setali tiga uang, lini tengah Bayern pun dilanda cidera. Ribery dilanda masalah cidera membuat kekuatan lini tengah Bayern berkurang. Pemain seperti Javi Martinez yang merupakan kunci kemenangan telak Bayern di 2013 belum bermain seperti sebelumnya. Beruntung Pep memiliki kedalaman pemain tengah yang sangat baik. Sedang on fire-nya Thiago membuat Pep dapat mengandalkan eks pemain Barcelona ini menjadi motor serangan Bayern. Ditemani oleh Xabi, sesama pemain Spanyol, menjadi pilar keseimbangan Bayern di lini tengah nanti. Bastian Schweinteiger diharapkan bermain dalam performa terbaik di lini tengah.

Lini belakang Bayern tidak terlalu bermasalah. Trio bek Dante, Boateng, dan Benatia bisa diandalkan. Menariknya, apakah Pep akan menggunakan tiga pemain bertahan atau dua, itulah yang menjadi teka-teki buat Barcelona nanti. Pep kaya akan pola dan formasi dibanding Enrique. Jika pola dua bek, maka Boateng dan Dante akan menjadi pilihan pertama dibanding Benatia. Philip Lahm mungkin digeser ke tengah jika bermain dengan pola dua bek. Sedangkan di sisi kanan akan diisi Rafinha, dan di sisi kiri oleh Juan Bernat menggantikan Alaba yang cidera.

Namun andai bermain dengan tiga pemain bertahan, trio Dante, Boateng, dan Benatia dapat diturunkan bersama. Perbedaannya akan ada pada posisi dua pemain sayap. Menurut saya, jika dengan 3 pemain belakang maka Lahm dan Bernat akan mengisi pos tersebut dibandingkan Rafinha. Rafinha pemain yang baik dalam bertahan dan menyerang, hanya dalam pola 3 bek dituntut pemain sayap yang mumpuni untuk kedua hal tersebut. Artinya, pemain tersebut dapat diandalkan menjadi tumpuan serangan, tapi tetap tangguh dalam bertahan. Rafinha belum memiliki kemampuan tersebut, karena kemampuannya dalam penyerangan hanya sebatas membantu bukan menjadi tumpuan.

Prakiraan Line-up:
Barcelona – Ter-Stegen; Alves, Pique, Mascherano, Alba; Busquet, Iniesta, Rakitic; Messi, Neymar, Suarez.

FC Bayern – Neuer; Dante, Boateng, Benatia; Lahm, Bernat, Thiago, Xabi, Bastian; Goetze; Mueller.

Kategori:What I See
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: