Beranda > What I See > Resolusi

Resolusi

Belum lama tahun baru kita masuki, tidak sedikit berita duka yang muncul di daerah saya. Dimulai dari kematian seorang kakek berusia 76 tahun karena gantung diri, pembunuhan seorang Aiptu akibat melarang balapan liar di wilayah beliau bertugas, kemudian ada peristiwa pembunuhan keji di mana seorang pria membunuh pasangan suami isteri yang juga adalah tetangganya. Peristiwa tersebut terjadi ketika lembaran tahun yang baru belum juga memasuki hari ke 5!

Jika mau flashback sedikit ke belakang, sebelum memasuki tahun yang baru maka akan ada resolusi-resolusi yang dicetuskan demi kehidupan yang lebih baik. Setiap resolusi yang dinasarkan oleh setiap pribadi yang menginginkan perubahan bersifat positif demi kepentingan pribadi maupun bersama. Tentu tidak ada resolusi yang menginginkan perubahan yang bersifat negatif, terutama yang bakal mengganggu kehidupan pribadi dan sosial.

Tidak ada resolusi yang menyenangkan, dikarenakan setiap resolusi bersifat “pengubah”. Artinya, untuk kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru, ada satu atau beberapa sifat yang perlu kita rubah demi “lebih baik” tersebut. Dan dibalik sifat “perubahan” yang begitu populer di setiap zaman, maka perubahan tidak pernah bersifat menyenangkan. Perubahan menuntut orang untuk keluar dari “zona nyaman” masing-masing yang kelihatannya baik, tetapi ternyata tidak membawa kepada kehidupan yang lebih baik.

Akan menjadi menarik setiap awal tahun baru, karena merupakan awal dari hasrat resolusi yang telah diciptakan pada akhir tahun sebelumnya. Resolusi yang baik adalah resolusi yang membawa revolusi ke dalam kehidupan kita. Revolusi tentunya yang bersifat baik, bukan seperti revolusi-revolusi yang terjadi di dunia perpolitikan yang sering membawa dampak buruk.

Salah satu arti dari kata revolusi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perubahan yg cukup mendasar dl suatu bidang. Perubahan yang mendasar artinya adalah sikap-sikap yang membangun karakter kita menjadi tidak baik haruslah dirubah. Misalnya, malas, geram, cepat marah, dan sikap-sikap buruk yang ada di dalam kehidupan kita. Revolusi mental yang dicanangkan oleh presiden terpilih Joko Widodo bukan ditujukan kepada manusia secara utuh, tetapi kepada suatu sikap dasar yang ada dalam diri manusia yang tidak beres dan berujung pada tingkah laku dan kerja kita terhadap sesama.

Resolusi setiap tahun menuntut revolusi di dalam diri. Artinya, manusia akan selalu menciptakan resolusi-resolusi setiap tahunnya yang menuntut adanya revolusi di dalam dirinya sendiri. Misalnya, resolusi ingin memiliki rumah, tentu saja jika kita hidup yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya tanpa mempersiapkan diri kita untuk memiliki rumah, maka sia-sialah kita memiliki rumah. Dan walaupun kita berhasil memiliki rumah tetapi memiliki sifat seperti manusia tuna wisma, suatu kerugian tentunya.

Revolusi setiap tahun akan membawa kita menjadi manusia yang berevolusi. Manusia yang hidup di zaman purba akan terus melakukan revolusi-revolusi yang berujung membawanya kepada evolusi. Suatu budaya yang bertahan lama tentu tidak akan berdasar pada suatu dasar yang rapuh, yang asal-asalan, atau yang tidak teruji waktu. Melihat kota Babilonia kuno yang terus berevolusi yang kemudian ber-evolusi menjadi suatu kekuatan di zamannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Terjadi beberapa kali kemunduran, tapi berulang kali bangkit. Yang pada akhirnya membawa Babilonia kepada suatu evolusi dari kerajaan-kota menjadi sebuah pusat kebudayaan dan kekaisaran.

Resolusi di awal tahun bukan sekedar ikut-ikutan, tetapi merupakan proses perubahan yang kuncinya ada dalam pribadi kita masing-masing. Makin bertambah usia, tentunya harus semakin bijak dalam merubah diri sendiri. Seperti kata Rasul Paulus dalam Kitab Roma, berubahlan oleh pembaharuan budimu. Jika perubahan tidak dimulai dari dalam diri, buat apa kita teriak-teriak perubahan. Dan apabila sebuah resolusi tidak mampu mengubah cara hidup kita, buat apa kita beresolusi?

Kategori:What I See
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: