Beranda > Olah Raga > Newcastle United: Peluang di Musim 2014/2015

Newcastle United: Peluang di Musim 2014/2015

Musim 2014/2015 telah siap dibuka. Perhelatan Piala Dunia 2014 telah berakhir, dan klub-klub kembali siap bertanding. Liga Inggris, liga paling dikenal di dunia dan selalu menjadi sorotan akan dimulai pada akhir pekan ini. Klub-klub Premiere League sudah tidak sabar lagi memulai kompetisi ini, apalagi para fans yang sudah menantikannya. Peta juara tidak jauh dari klub-klub besar seperti Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool maupun Manchester United. Tottenham Hotspur dan Everton bakal membayangi klub-klub besar , dan tim seperti Newcastle United (tim favorit saya), Crystal Palace, Stoke City, dan West Ham bisa menjadi kuda hitam di musim ini.

Gambaran Performa Newcastle

Merayakan GolMusim 2008-2009 adalah musim yang tidak ingin dikenang oleh mayoritas fans Newcastle United atau yang dikenal dengan nama Geordie. Musim tersebut adalah musim di mana tim yang berjulukan The Magpies harus rela terdegradasi dari kompetisi tertinggi di ranah Inggris tersebut setelah hanya menempati posisi 18 dari 20 klub, pertama kali sejak bergabung ke Premiere League 1993. Setahun berkompetisi di kasta kedua, musim 2010-2011 The Magpies kembali lagi ke kompetisi di mana mereka seharusnya berada.

Newcastle United, yang saya kenal sejak 1996, telah menjadi suatu fenomena ketika Alan Shearer dkk bersama pelatih Kevin Keegan berhasil menantang Manchester United yang kala itu dilatih oleh Sir Alex Ferguson. Lepas dari Keegan dan masa keemasan 1995-1996 dan 1996-1997, performa Newcastle menurun ke papan tengah dan papan bawah. Baru pada era Sir Bobby Robson, Newcastle kembali menjadi tim yang disegani di periode 2001-2004.

Dipecatnya Sir Bobby membuat performa Newcastle kembali menurun, menjadi tim biasa-biasa saja alias tim yang biasa menghuni papan tengah dan papan bawah. Pembelian pemain-pemain berkelas seperti Michael Owen, Emre Belozoglu, Albert Luque, Scott Parker, James Milner, hingga Patrick Kluivert tidak mampu membawa Newcastle beranjak ke papan atas (posisi 1-7, hanya sekali peringkat ke 7 pada musim 2006-2007) dan hanya mampu berkutat di papan tengah dan papan bawah hingga puncaknya terdegradasi dari Premiere League di 2009.

Setelah menjalani semusim di Championship (kasta kedua kompetisi di Inggris), Newcastle kembali pada musim 2010-2011 di bawah pelatih Chris Hughton, yang kemudian digantikan oleh Alan Pardew di pertengahan musim dan melatih Newcastle United hingga saat ini. Musim pertama setelah kembali dari Championship, Newcastle menampilkan performa baik hingga pekan ke 10 dengan menempati posisi 7, bahkan di pekan ke 11 sempat menempati posisi 5! Pertengahan musim sempat terjadi pergantian pelatih dari Chris Hughton ke Alan Pardew, yang pada saat pergantian sempat ditangani oleh Peter Beardsley. Di akhir musim, Newcastle menempati posisi 12. Bagi saya, itu termasuk prestasi terutama jika dilihat dari Newcastle yang baru saja kembali ke Premiere League. Penjualan Andy Carroll ke Liverpool sedikit terobati dengan penampilan dari Kevin Nolan yang menjadi top skor klub pada musim itu.

Musim 2011-2012 adalah musim terbaik Newcastle, di mana di akhir musim The Magpies berhasil menempati posisi ke 5, terbaik sejak lepas dari era Robson. Penampilan Newcastle di musim tersebut memang luar biasa, di mana 11 pertandingan awal tidak terkalahkan (M: 7; D: 4). Pemain sekelas Demba Ba dan Yohan Cabaye menjadi bintang sekaligus mengobati lara dari fans yang kehilangan beberapa pemain penting seperti Kevin Nolan (kapten dan top skor tim musim lalu), Joey Barton (wakil kapten), hingga Jose Enrique. Kembalinya Hatem Ben Arfa di akhir tahun 2011 serta pembelian Papiss Cisse di Januari 2012 menambah daya dobrak Newcastle sehingga bisa mempertahankan posisinya di papan atas, bahkan menantang tim-tim yang berpeluang ke Liga Champions saat itu. Newcastle berhasil mengakhiri liga dengan finis di peringkat 5, di atas tim-tim sekelas Chelsea, Liverpool, dan Everton serta berhak tampil di kompetisi Eropa, Europa League.

Merayakan Gol_2Penampilan di musim 2011-2012 tidak dapat dipertahankan. Di awal musim, atau 10 pertandingan pertama, Newcastle tercecer ke peringkat ke 10 dan terus menurun hingga titik terendah pada pekan ke 23 di mana Newcastle menempati peringkat 16. Bayang-bayang musim 2008-2009 kembali menggantung di depan mata para fans, melihat perfoma Newcastle yang buruk. Manajemen tim, yang di awal musim terhitung pelit, mendatangkan 6 pemain baru, 5 di antaranya berasal dari Liga Perancis. Klub juga melepas Demba Ba ke Chelsea. Penampilan duo Perancis, Cabaye dan Ben Arfa, menurun mempengaruhi performa tim secara keseluruhan. 15 pertandingan terakhir adalah waktu yang menegangkan bagi para fans. Tapi 15 pertandingan terakhir pula, performa Newcastle cukup baik dibandingkan 23 pertandingan awal. Sebagai perbandingan, 15 pertandingan terakhir Newcastle berhasil memenangkan pertandingan 6 kali, kalah 6 kali, dan imbang 3 kali. Sedangkan 23 pertandingan sebelumnya, performa Newcastle hanya menang 5 kali, imbang 5 kali, dan sisanya kalah! Newcastle finis di peringkat ke 16. Di Liga Europa, Newcastle berhasil menembus 8 besar sebelum kalah dari Benfica.

Investasi besar-besaran di bursa transfer Januari 2013 membuat bursa transfer musim panas Newcastle tidak menarik. Hanya mendatangkan Loic Remy sebagai pemain pinjaman untuk mengisi posisi penyerang yang di musim sebelumnya sudah ditinggalkan oleh Demba Ba dan menurunnya performa Papiss Cisse dan para penyerang lainnya. Pardew kemudian harus mengoptimalkan legiun Perancisnya untuk bersaing memenuhi target top 10 atau minimal menempati posisi ke 10 di akhir musim. Penampilan Newcastle dari awal musim hingga Boxing Day (18 pertandingan) sangat stabil, dan lebih baik daripada musim sebelumnya (M: 10; D: 3), selepas itu (20 pertandingan), Newcastle hanya mampu meraih 5 kali kemenangan, dan sekali imbang, sisanya kalah. Pardew mampu memenuhi target yang dibebankan oleh klub dengan menduduki posisi ke 10 di akhir musim.

Musim Baru, 2014/2015

Soccer nomor 05/XV memuat sebuah beberapa artikel kecil mengenai prediksi Newcastle United di musim ini. Newcastle yang mendatangkan 8 pemain dengan total belanja lebih dari 30 juta poundsterling diprediksikan akan mengganggu “ketenangan” klub-klub besar langganan papan atas. Newcastle bersanding dengan klub-klub calon kuda hitam lain seperti Stoke City, QPR, maupun Crystal Palace (yang pelatihnya baru saja mengundurkan diri).

Artikel kecil lain menyorot tentang “giat” belanjanya The Magpies, yang ditujukan untuk mencari bentuk tim ideal. Tim ideal yang dimaksud adalah tim yang mampu bersaing di papan atas, mencoba mengubah image klub dari tim medioker papan tengah menjadi tim papan atas, atau minimal seperti Tottenham Hotspur.

Dan 1 artikel kecil lain membahas mengenai pemain baru Newcastle, Siem de Jong. Pemain ini seperti mendapat perlakuan khusus karena langsung diberikan posisi sebagai wakil kapten bersama Cheick Tiote. Pemain ini ingin mencari tantangan baru bersama Newcastle, mengingat cukup lama Siem menjadi idola di Amsterdam Arena.

Siem-de-JongPemain baru lain yang diharapkan bakal mampu mengangkat Newcastle ke posisi “ideal” adalah Remy Cabella dan Emmanuel Riviere. Pemain pertama adalah bintang di klub lamanya, Montpellier, yang dikenal sebagai pemain yang cepat, lincah, dan kreatif. Newcastle kehilangan sentuhan kreatifitas ketika performa Yohan Cabaye dan Hatem Ben Arfa menurun, pemain lain adalah Sylvain Marveaux tapi tampil angin-anginan. Perginya Yohan Cabaye, membuat klub harus mencari pemain kreatif lain dikarenakan Ben Arfa lagi “ngambek” sehingga masih sulit untuk diandalkan. Remy Cabella, walaupun tidak ingin disebut demikian, adalah pengganti Cabaye dan Ben Arfa yang pas. Sedangkan untuk urusan ketajaman, pemain kedua (selain mendatangkan Siem dan 2 penyerang muda lainnya) didatangkan untuk memperbaiki “penyakit” di dua musim terakhir. Walaupun ada pemain sekelas Loic Remy yang tampil cemerlang, tapi pemain ini cukup sering berkutat dengan cidera dan pemain lain belum ada yang mampu menggantikan perannya, apalagi Remy hanyalah pemain pinjaman.

Sorotan lain yang harus diperbaiki adalah lini tengah. Walaupun sudah ada Cabella, rasanya belum cukup solid untuk mengarungi liga. Memaksimalkan peran Moussa Sissoko seperti saat dia bermain di Toulouse belum diberdayakan. Pardew masih sering memainkan pemain yang digadang-gadang seperti Patrick Vieira maupun Yaya Toure ini di posisi sayap kanan. Peran gelandang bertahan sudah diperankan oleh Cheick Tiote, sedangkan sebagai penghubung antar lini, Newcastle membutuhkan kemampuan Sissoko yang dikenal sebagai “well-rounded central midfielder”. Pemain lain seperti Vurnon Anita, Jack Colback, Gael Bigirimana, dan Mehmed Abeid bisa menjadi pelapis yang cukup baik bagi kedua gelandang tengah tersebut.

Lini lain yang menjadi sorotan adalah posisi sayap dan gelandang tengah (apalagi tanpa gelandang sekelas Cabaye). Pola 4-4-2 tradisional ala Pardew maupun pola modern 4-3-3 atau 4-2-3-1 menekankan pentingnya peran pemain sayap, baik itu gelandang maupun full-back, dan solidnya gelandang “pivot“. Pada musim lalu, posisi full-back kiri bergantian diisi oleh Paul Dummet, Davide Santon, Massadio Haidara, bahkan Mapou Yanga-Mbiwa. Sedangkan posisi kanan adalah milik Mathieu Debuchy yang tampil konsisten, dan berhasil membawanya ke Piala Dunia.

Gelandang sayap adalah satu permasalahan lain. Gabriel Obertan yang dibeli untuk mengisi posisi tersebut tidak cukup mampu tampil baik, Jonas pun sudah berumur dan kemampuannya tidak lagi seperti dulu, sedangkan Ben Arfa sudah tidak dipercaya lagi oleh Pardew. Itulah sebabnya mengapa Moussa Sissoko, yang memiliki dribbling yang bagus dan lari yang cepat ditempatkan di posisi tersebut, walau kadang umpannya jauh lebih buruk daripada ketiga pemain di atas. Secercah harapan muncul dalam diri pemain muda, Rolando Aarons. Pemain yang mengisi sayap kiri The Magpies selama pre-season cukup potensial menjadi pemain inti, walaupun usianya masih terbilang muda (18 tahun). Yoann Gouffran pun bisa mengisi posisi gelandang sayap.

Untuk posisi kiper dan lini belakang, tidak perlu banyak perombakan. Debuchy yang hijrah telah digantikan oleh Daryl Janmaat. Untuk kiper, Tim Krul belum tergoyahkan walaupun beberapa kali sempat melakukan blunder di musim lalu. Lini belakang yang dikomandani oleh Fabricio Collocini masih solid untuk mengarungi kerasnya Liga Inggris. Penampilan apik Mike Williamson musim lalu semoga bisa berlanjut hingga musim ini. Pelapisnya pun rasanya punya kemampuan yang tidak jauh beda dengan Collocini dan Williamson, seperti Steven Taylor dan Yanga-Mbiwa ataupun pemain muda Curtis Good dan Kevin Mbabu.

Kesimpulan

Newcastle United sebenarnya adalah klub dengan potensi untuk menjadi bagian dari klub elit Inggris. Mis-manajemen, ketidakmampuan pelatih, hingga kegagalan transfer masih menjadi masalah yang terus terjadi. Pemilik yang baru, Mike Ashley, belum mempunyai motivasi lebih untuk membawa klub ini satu level lebih tinggi. Musim ini, investasi besar-besaran diharapkan bakal membawa dampak positif bagi klub dan penggemar, apalagi Geordies selalu memenuhi Saint James’ Park. Mengembalikan performa Ben Arfa juga bisa memberi dampak positif bagi klub, terutama dari sisi kedalaman. Bagi saya, investasi besar-besaran harus diikuti target klub yang lebih tinggi bagi Pardew. Minimal top 6 dan 1 trofi (karena tim sekelas Wigan, Swansea dan Hull bisa berprestasi) adalah hal yang wajar karena selain tim-tim elit, Newcastle lah tim dengan uang pembelian pemain yang besar. Selain itu, target tinggi dipakai untuk menguji apakah Pardew masih layak dan mampu menangani Newcastle ke depannya atau tidak. Apalagi suara-suara menginginkan Pardew keluar sudah didengungkan sejak dua musim sebelumnya. Musim ini adalah musim pertaruhan bagi Pardew, bukan bagi klub.

Iklan
Kategori:Olah Raga
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: