Beranda > Olah Raga > Belanda di Piala Dunia 2014

Belanda di Piala Dunia 2014

Sneijder, van Persie, dan RobbenSeberapa jauh Belanda akan melangkah di Piala Dunia 2014? Bagi para penganut optimisme, juara adalah target tertinggi bagi Belanda. Tapi untuk manusia seperti saya yang realistis, babak kedua adalah langkah terjauh yang saya rasa bisa dicapai oleh Belanda. Selain alasan bakal ketemu Brazil (kemungkinan besar jika lolos), tim-tim di Grup B tidak diisi oleh tim-tim gurem seperti grup-grup lain (seperti Grup C, F, dan H) yang perbedaan kualitas antar tim cukup jauh. Juara Dunia dan Eropa, Spanyol adalah hadangan pertama Belanda, kemudian Australia, dan salah satu kuda hitam saat ini Chile.

Jika dilihat dari kekuatan Spanyol yang satu tingkat di atas Belanda, di atas kertas Belanda akan kalah menghadapi Spanyol. Tim bertabur bintang lapangan tengah ini selalu berada dalam kondisi terbaiknya sejak menjadi juara Eropa 2008 yang berlanjut ke Piala Dunia 2010 dan berhasil mempertahankan juara di Eropa pada 2011. Belanda sendiri makin terseok-seok selepas Piala Dunia 2010. Tersingkir dengan tragis di putaran pertama Piala Eropa 2012 tanpa satu kemenangan adalah pukulan telak bagi runner-up Piala Dunia 2010 ini. Di sisi kualitas pemain, Spanyol terus menerus melakukan regenerasi pemain untuk tujuan terus berprestasi di tiap ajang yang diikuti. Jadi tidaklah heran jika banyak “imigran” Spanyol di liga top Eropa, seperti David Silva, Koke, maupun pemain naturalisasi Diego Costa, yang menjadi kunci permainan di klub masing-masing. Sedangkan Belanda, sejak 2010 belum melakukan regenerasi pemain sebaik Spanyol. Pemain-pemain senior seperti Robin van Persie dan Arjen Robben masih menjadi ujung tombak Belanda dalam menghadapi Piala Dunia 2014. Tajuk pertandingan “Revenge” adalah hal yang dimiliki Belanda sebagai pemicu semangat pertandingan melawan Spanyol.

Australia pun tidak bisa dianggap remeh walaupun merupakan tim terlemah dalam grup neraka ini. Alasan pertama adalah, pemain Australia tidak terbebani oleh tekanan media di sana mengenai prestasi di Piala Dunia kali ini. Hal ini dikarenakan kualitas tim yang akan dihadapi di grup berada satu level di atas mereka. Kedua, Australia menghadapi masalah yang sama dengan Belanda yaitu regenerasi. Tidak ada lagi pemain-pemain yang cukup mumpuni menggantikan peran Mark Viduka, Harry Kewell, maupun Brett Emerton yang menjadi membawa Australia berprestasi di Piala Dunia 2006. Pemain-pemain senior yang menjadi pemain kunci saat itu, beberapa masih terdaftar di skuad Piala Dunia 2014 seperti Tim Cahill dan Mark Bresciano. Mereka berdua adalah pemain senior yang memiliki 50 caps lebih, selebihnya ada 13 pemain yang memiliki caps di bawah 10. Belanda bisa memenangkan pertandingan melawan mereka.

Chile adalah lawan terberat Belanda dalam persaingan menjadi runner-up di grup ini. Chile adalah tim Amerika Selatan yang dikenal memiliki kecepatan dan kengototan. 23 pemain dari Chile tengah berada dalam kondisi terbaiknya. Pemain-pemain kunci seperti Arturo Vidal dan Alexis Sanchez merupakan andalan di klub mereka. Patut diwaspadai oleh Belanda adalah pergerakan Alexis Sanchez. Pemain ini telah memiliki 22 gol sepanjang berseragam La Roja dan berada dalam 5 besar pencetak gol terbanyak Chile. Jika dilihat dari kedalaman skuad, maka Chile lebih baik ketimbang Belanda sendiri. Satu lagi nilai plus dari Chile adalah Piala Dunia diselenggarakan di Amerika Latin yang notabene adalah tempat di mana Chile berada sehingga cuaca dan suhu udara tidak lagi mempengaruhi mereka.

Terlepas dari ketiga negara penghuni Grup B, Belanda memiliki peluang untuk lolos. Peluang yang sama besarnya dengan Chile walaupun tidak sebesar Spanyol ataupun tidak sekecil Australia. Nama besar Belanda diajang besar kali ini patut dipertaruhkan. Louis van Gaal, yang akan menjadi pelatih Manchester United, sudah paham betul akan kekuatan dan kedalaman skuadnya walaupun raut wajah van Gaal tidak luput dari kecewa atas cederanya pemain kunci Kevin Strootman yang parah sehingga dia tidak bisa ikut ke Piala Dunia. Dari 23 pemain pilihan van Gaal, sepuluh pemain adalah pemain kunci di tiga klub besar di liga Belanda. Kuintet Feyenoord, Stefan de Vrij, Bruno Martins Indi, Jordy Clasie, Daryl Janmaat, dan satu kejutan Terence Kongolo diharapkan akan menjadi pemain-pemain andalan Belanda dalam 2-4 tahun ke depan. Kemudian ada Daley Blind, Joel Veltman, dan kiper Jasper Cillessen dari Ajax. PSV sendiri menyumbang duo lini tengahnya, Georginio Wijnaldum dan Memphis Depay. Sisanya berasal dari liga di luar Belanda.

Mengenai formasi yang akan dipakai, beberapa analis menyatakan bahwa The Oranje akan menggunakan formasi (yang tidak biasanya) 5-3-2. Menurut mereka, kita tidak akan melihat formasi klasik Belanda 4-3-3 ataupun formasi ofensif 3-4-3. Kehilangan Kevin Strootman membuat van Gaal berani mengubah formasi yang awalnya 4-3-3 menjadi 5-3-2 yang dengan mudah berganti menjadi 3-5-2. Pola ini telah digunakan oleh beberapa tim top Eropa seperti Juventus, Napoli, dan Inter Milan. Robben, Sneijder, dan van Persie masih menjadi tumpuan lini serang.

Titik lemah Belanda sendiri ada di lini belakang. Tidak ada lagi pemain-pemain sekelas Frank de Boer maupun Jaap Stam. Ron Vlaar bukanlah tipe pemain belakang yang bisa menjadi pemimpin di sana, di klubnya pun Vlaar tidak memiliki prestasi yang menggembirakan. Saya juga setuju dengan para analis yang menunjuk lini belakang adalah lini terlemah. Tapi menurut saya, bukan hanya Ron Vlaar saja yang menjadi sorotan melainkan keseluruhan lini belakang yang diisi pemain-pemain yang banyak berkutat di kompetisi liga lokal dan jarang bermain di kompetisi sekelas Liga Champions. Tidak ada lagi pemain sekelas Heitinga ataupun Mathijsen di sana, ataupun pelapis sekelas Khalid Boulharouz yang pada Piala Dunia 2010 tampil solid. Sedang lini tengah tidak banyak berubah selain kehilangan Strootman yang digantikan oleh Nigel de Jong dan Leroy Fer. Jordy Clasie juga bisa menjadi alternatif jika van Gaal akan memakai 2 gelandang bertahan nantinya, apalagi untuk menghadapi tim sekelas Spanyol yang cenderung mengendalikan permainan sehingga membutuhkan para perebut bola di lini tengah. Lini depan, tumpuan ada pada Robin van Persie dan Arjen Robben. Keduanya tampil konsisten saat membela klub mereka. Ada nama Huntelaar tapi banyak berkutat dengan cedera saat musim 2013/2014.

Target realistis Belanda adalah lolos ke babak kedua. Target yang sulit karena harus bersaing dengan Chile tapi bukan tidak mungkin dipenuhi. Belanda dihantui dengan pencapaian buruk di Piala Eropa 2012 kemarin, yang datang sebagai tim unggulan. Belanda 2014 bukanlah Belanda 2010 kemarin yang solid dalam bertahan dan efisien dalam menyerang (hanya mengalami 1 kekalahan dan kekalahan itu terjadi di Final). Belanda 2014 juga bukan Belanda 2012 yang buruk dan terlalu monoton saat bermain. Van Gaal juga seorang pelatih yang hebat dan mampu memotivasi pemainnya terutama saat bertemu Spanyol nanti.

Iklan
Kategori:Olah Raga
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: