Beranda > What I See > Perbandingan

Perbandingan

Seorang dosen yang saya segani ketika berkuliah dulu di Unklab, para mahasiswa memanggilnya Sir Leroy, mengingatkan saya mengenai efek ukuran (Size Effect) dalam skripsi yang saya kerjakan. Menurut beliau, saya harus memperhatikan ukuran perusahaan ketika kita memperbincangkan kebijakan dividen. Beliau menambahkan, saya tidak bisa memperbandingkan begitu saja perusahaan satu sama lain sehingga perlu adanya tambahan proxy ukuran untuk menyamakan derajat variabel-variabel yang berbeda satu sama lain. Itu adalah tambahan yang beliau berikan ketika saya mengikuti ujian pengajuan proposal.

Waktu sebelumnya, pada saat pembelajaran mengenai rasio-rasio keuangan. Saya juga diajarkan untuk membandingkan satu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis. Sejenis dalam hal apa? Total aset misalnya tidak ada gap yang cukup besar, misalnya kita akan membandingkan perusahaan Bank Central Asia (BCA) dan Bank Mandiri yang merupakan perusahaan perbankan yang cukup identik dinilai dari total aset. Kemudian industri, kita tidak bisa membandingkan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur atau pertambangan dengan industri dagang, atau antara industri kimia dengan industri pertanian. Tapi kita hanya bisa membandingkan Pepsi dan Coca Cola yang berada dalam satu industri yang sama yaitu beverage. Hal-hal semacam itu bisa mempengaruhi penilaian seseorang terhadap sebuah perusahaan, misalnya lebih baik Coca Cola ketimbang Freeport dalam hal profitabilitas, atau likuiditas, dan sebagainya. Padahal setiap jenis industri akan punya kebijakan yang berbeda dalam menentukan tingkat profitabilitas yang diukur, dan kebijakan-kebijakan lain yang punya andil dalam memajukan perusahaan.

Mengingat akan hal itu, saya menemukan kejanggalan dalam kehidupan soal nilai menilai seseorang. Di toko-toko buku terkenal dan yang tidak akan ada buku biografi-biografi atau otobiografi dari orang-orang terkenal, mereka adalah orang-orang yang dikenal oleh zaman ini karena peristiwa masa lalu. Tidak sedikit orang ingin mengetahui kisah hidup mereka. Tokoh-tokoh terkenal itu bisa tersebar dalam suatu karakteristik pekerjaan yang berbeda satu sama lain. Tapi, orang-orang akan mengenal mereka sebagai orang sukses pada zaman mereka atau jika dalam otobiografi mereka masih atau sedang menjalani kehidupan yang sukses. Pertanyaannya, siapakah dari antara mereka yang paling sukses? Perbandingan apa yang kita bisa berikan untuk menyatakan bahwa “Ini dia, orang yang paling sukses!” atau “tokoh ini lebih baik dari tokoh itu”.

Dalam masa perpolitikan yang tidak sehat seperti saat ini, di mana orang-orang lebih menyerang kehidupan pribadi, atau pergunjingan-pergunjingan tanpa bukti yang memadai yang menimbulkan subjektivitas yang menyesatkan, perbandingan antar pribadi tanpa aturan main yang jelas sangatlah tidak bermutu. Kita tidak akan bisa membandingkan keberanian seorang jenderal dan seorang prajurit rendahan. Tapi kita bisa membandingkan keberanian prajurit A dan keberanian prajurit B. Inilah yang dihilangkan oleh kita pada saat ini. Beberapa, atau kebanyakan orang lebih banyak membandingkan dengan menghilangkan batas-batas pemisah antara tugas dan tanggungjawab apa yang sementara diemban oleh orang itu, apakah beliau A bisa diperbandingkan dengan si B atau si C yang posisinya berada di bawah A. Atau, Mother Teresa dan Bill Gates dalam hal apa bisa diperbandingkan siapa yang lebih sukses di antara mereka. Keduanya adalah orang yang sama-sama sukses dalam bidang pekerjaannya. Keduanya juga dipuja dalam bidang yang berbeda, yang satu dipuja dalam kehidupan kemanusiaannya yang satu dipuja dalam kegiatan bisnisnya.

Ketika saya melihat orang-orang mulai gonjang-ganjing memperbandingkan sosok-sosok pemimpin di negeri ini, saya mulai khawatir karena orang-orang seakan memutus garis-garis pemisah yang memisahkan jabatan mereka. Misalnya, memperbandingkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur DKI Joko Widodo, yang notabene adalah perbandingan tidak identik. Beda jika Gubernur DKI Joko Widodo dibandingkan dengan Gubernur DKI sebelumnya Fauzi Bowo. Kemudian, ditentukan indikator apa yang akan menjadi ukuran berhasil atau tidaknya kepemimpinan di antara keduanya, mana yang menjadi prioritas dalam penilaian, bobotnya berapa, berapa banyak yang harus dinilai. Itu adalah syarat-syarat jika kita membandingkan persona satu dengan yang lain yang berposisi sama, tapi kita tidak bisa membandingkan seorang Jendral dan Prajurit.

Sebuah buku berjudul Mengapa Negara Gagal yang menjadi teman bacaan saya akhir-akhir ini memberikan cara perbandingan yang fair, misalnya apa yang membedakan penduduk di sisi timur dan sisi barat aliran Sungai Kasai di Kongo yang jika diperhatikan sangat identik dari karakteristik penduduk, kesuburan tanah, alam, dan sebagainya. Tapi dari segi kemakmuran berbeda. Itu merupakan contoh perbandingan yang teramat detil dan membutuhkan penilitian. Jika ingin membandingkan masalah kepemimpinan presiden, maka bandingkanlah kepemimpinan presiden-presiden yang pernah ada di Indonesia, yang tentu akan sangat sulit diterima mana yang lebih baik karena kita sudah dipenuhi pikiran-pikiran prasangka subjektivitas atau ada maksud-maksud tertentu di balik itu.

Kita memang perlu membandingkan seseorang dengan orang lain, tapi ingat kita tidak bisa seenaknya saja membandingkan tanpa menyamakan derajat mereka pada satu titik yang sama. Kita tidak bisa membandingkan mana yang lebih besar antara ½ dan ¾ jika kita tidak menyamakan penyebutnya. Karena, bagaimana kita bisa memperbandingkan sesuatu yang berbeda jika tidak memiliki “penyebut” yang sama.

Kategori:What I See
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: