Beranda > Olah Raga > Jelang AC Milan vs Barcelona

Jelang AC Milan vs Barcelona

ac milan vs barcelona musim laluPertemuan dengan Barcelona di level Liga Champions sudah menjadi kebiasaan. Dan lebih hebat lagi, Milan akan menjalani pertemuan yang ke 7 dalam 3 musim menghadapi Barcelona. Barcelona bukanlah musuh yang gampang dikalahkan. Dan Milan bukanlah tim yang akan mengalah walaupun tanpa sejumlah pemain penting. Menariknya, dalam 6 pertemuan sebelumnya Milan hanya menang 1 kali dan itu terjadi pada musim lalu di mana gol dari Kevin Prince Boateng dan Sulley Muntari menjadi pembeda hasil kedua tim. Sayang, di Camp Nou kekuatan Barcelona sangat dahsyat dan Milan kalah telak 0-4.

Awal musim yang buruk bukanlah sesuatu yang baru bagi Milan, apalagi di bawah pelatih Massimiliano Allegri. 11 poin dari 8 pertandingan Liga Italia. Sedang di Liga Champions, Milan masih belum terkalahkan dengan 1 kemenangan dan 1 imbang melawan Glasgow Celtic dan Ajax Amsterdam.

Menghadapi Barcelona, kali ini, dibutuhkan ‘kesempurnaan’ dari Milan. Hal itu dikemukakan Allegri dalam jumpa pers menjelang pertandingan ini. Kesempurnaan berarti, Milan harus meminimalkan setiap jengkal kesalahan jika ingin memenangkan pertandingan. Barcelona bukanlah seorang Messi saat ini, mereka punya Neymar yang masih belum bisa ditebak permainannya. Kemudian, pelatih Gerardo “Tata” Martino juga merupakan pelatih baru Barcelona, walaupun melanjutkan dasar permainan Barcelona yang sudah diletakkan Pep Guardiola pada beberapa musim sebelumnya. Di bawah Tata, Barcelona menjelma menjadi tim yang lebih agresif, mengurangi ketergantungan terhadap Messi dan mengoptimalkan Neymar serta Pedro untuk bermain lebih agresif. Lini tengahnya pun tidak banyak berubah, dan lini belakang yang solid.

Milan di satu sisi, mengalami krisis pemain yang cukup parah. Trio lini depan Milan, Mario Balotelli, Stephan El Shaarawy, dan Gianpaolo Pazzini masih berkutat dengan cedera. Pelapis seperti Danielle Bonera dan bek sayap Mattia De Sciglio juga mengalami cedera. Kaka belum berada pada keadaan yang sempurna kendati masih bisa diturunkan. Kabar buruk mengenai cedera Milan makin bertambah dengan cederanya Christian Abbiati. Dan ini berbeda dengan Barcelona yang datang dengan kekuatan terbaiknya, minus Jordi Alba.

Mengenai taktik, Allegri sudah mengindikasikan bahwa permainan Milan akan sama dengan pertemuan sebelumnya. Bermain agresif dan cepat melakukan serangan balik melalui sayap. Tanpa El Shaarawy dan hengkangnya Kevin Boateng, maka sisi sayap akan dipercayakan kepada duo Valter Birsa dan Robinho. Pemain pertama menjadi pahlawan saat Milan menghadapi Sampdoria dan Udinese dengan gol-golnya. Robinho sendiri masih belum bisa menunjukkan kemampuannya, bersama Alessandro Matri yang akan kemungkinan menjadi trisula terdepan Milan. Mengenai Matri, pemain didikan asli Milan ini masih meragukan penampilannya. Dibeli dengan harga 12 juta Euro, Matri diharapkan mampu melapis Pazzini untuk menjadi finisher di kotak penalti. Namun sejauh ini, penampilan Matri jauh dari rata-rata dan belum mampu menyumbangkan gol. Melihat permainan musim lalu, ketika menghadapi Barcelona, Pazzini mampu menghadirkan ruang bagi duo sayap Milan saat itu El Shaarawy dan Boateng untuk mengeksploitasi lini belakang Barcelona yang saat itu menjadi titik lemah mereka.

Ricardo Montolivo, kapten Milan, mengatakan bahwa Milan harus menutup setiap ruang pemain Barcelona agar tidak mampu mendekati kotak penalti atau gagal memaksimalkan umpan-umpan pendek khas mereka. Saat melawan Udinese, Milan memeragakan permainan satu-dua dan bola-bola panjang yang beberapa kali berhasil menembus pertahanan musuh. Montolivo menjadi kunci kreatifitas Milan dari lini kedua diharapkan mampu tampil maksimal. Ketiadaan Massimo Ambrosini yang hengkang telah digantikan oleh Nigel De Jong. Allegri kemungkinan akan memainkan Montolivo dan Muntari sebagai gelandang box-to-box untuk menutup setiap ruang gerak Barcelona dan mendukung dalam serangan. Valter Birsa yang memiliki kecepatan dan akurasi dalam tembakan jarak jauh bisa membuka peluang Milan. Robinho dan Matri sudah harus memikirkan bagaimana untuk tetap bertahan dalam tim utama jika trio penyerang Milan kembali. Kaka yang belum fit dan Andrea Poli bisa menjadi kartu as di saat-saat genting.

Bagi saya, kunci permainan Milan ada di Ignazio Abate. Pemain berambut pirang ini memiliki kecepatan dan mampu menjadi tumpuan saat melakukan serangan balik. Ketiadaan Jordi Alba belum mampu ditutupi oleh Adriano yang tidak begitu baik dalam bertahan. Neymar sendiri sudah menjadi lawan yang familiar bagi Abate, jika melihat pertandingan di Piala Konfederasi kemarin.

Utak-atik hasil, bagi saya yang seorang Milanisti adalah menang. Tapi Barcelona yang lebih kuat di atas kertas adalah lawan yang sangat sulit di atas lapangan.

Kategori:Olah Raga
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: