Beranda > Olah Raga > AC MILAN: MELANJUTKAN WAJAH BARU

AC MILAN: MELANJUTKAN WAJAH BARU

dacmilanlogowallpaperAC Milan pada musim 2012/2013 berhasil menempati posisi ke 3 pada akhir musim. Posisi yang cukup membawa Milan ke Playoff Liga Champions musim 2013/2014. Dengan kedatangan Mario Balotelli di Januari 2013, Milan sudah memiliki daya gedor yang cukup mumpuni untuk mengarungi musim baru. Gianpaolo Pazzini yang masih terbelit cedera ditutup oleh kedatangan eks primavera AC Milan, Allesandro Matri. Milan masih melanjutkan revolusi pembelian pemain-pemain potensial. Andrea Poli didatangkan dari Sampdoria, Ricardo Saponara dari Empoli, kemudian pemain muda Kolombia Jherson Vergara adalah pemain-pemain yang akan melengkapi skuad muda Milan – tidak sepenuhnya muda sih, tapi lebih muda dari masa sebelum-sebelumnya – yang sudah unjuk gigi musim sebelumnya.

Analisa saya mengenai musim ini mungkin tidak begitu predictable, karena hal ini didasari perspektif saya sebelumnya. Sejak awal, saya menjadi fan AC Milan dan AC Milan juga begitu mudah ditelusuri informasinya. Banyak analis yang menganalisis strategi-strategi AC Milan dan dibaca serta dipelajari oleh saya. Jadi mungkin ini ada beberapa hal yang akan berkaitan dengan analis-analis sebelumnya. Saya merasa, Allegri adalah pelatih yang patut dipertahankan oleh AC Milan. Kelemahannya hanya satu, yaitu Eropa. Dia bukanlah pelatih yang cukup baik untuk level Eropa seperti Liga Champions, tapi untuk Serie A, Allegri adalah salah satu yang terbaik. Jika melihat tren Allegri di Serie A selama 3 musim terakhir, AC Milan selalu nangkring di 3 besar. Musim 2010/2011, Milan di peringkat 1, musim berikutnya 2011/2012 berada di peringkat 2, dan musim 2012/2013 di peringkat 3. Jika melihat tren ini, Milan mengalami penurunan posisi di tiap musimnya walaupun terus berada di 3 besar. Musim lalu adalah pengecualian karena Milan baru saja melakukan revolusi besar-besaran, mengubah konten klub dari hanya sekedar buang uang untuk pemain-pemain bintang menjadi pencetak bintang dari pembelian pemain-pemain muda berbakat.

Musim sudah dimulai dan hasil pas-pasan, menurut saya. Kekalahan di pertandingan pertama melawan klub promosi Verona adalah hasil yang buruk. Musim sebelumnya juga Milan kalah di San Siro melawan Sampdoria. Allegri sendiri memiliki rekor awal musim yang tidak begitu baik. Lihat saja musim lalu, pada awal musim Milan berada di zona degradasi. Allegri membutuhkan adaptasi awalnya. Musim ini sedikit lebih baik dengan kemenangan telak atas PSV Eindhoven 3-0 di San Siro. Sayang, kepergian Kevin Prince Boateng meninggalkan lubang besar di posisinya sebagai penyerang lubang. Galliani harus bertanggung jawab untuk mencari pemain untuk menggantinya, apakah itu Kaka atau Keisuke Honda. Pemain senior Luca Antonini juga pergi dari Milan untuk mendapatkan posisi inti.

Seperti analisis mengenai AC Milan sebelumnya, saya mencoba melihat Milan dari per posisi.

Christian Abbiati belum akan tergantikan sebagai penjaga gawang utama. Usia bisa saja menggerogoti, tapi tidak dengan determinasi untuk mengawal gawang Milan. Dari tahun 2000, saya sudah mengikuti jejak rekam kiper plontos ini. Posisi inti yang pernah direbut oleh Nelson Dida membuatnya berganti klub, sekedar peminjaman. Christian Abbiati adalah seorang pemain yang paling senior di tim Milan senior selain Danielle Bonera. Pelapis Abbiati adalah kiper muda asal Brazil, Gabriel. Refleksnya terbilang bagus untuk kiper muda. Penampilannya saat Milan menghadapi pertandingan persahabatan melawan Valencia dan Manchester City membuktikan talentanya. Jika diasah dengan baik, maka Milan tidak membutuhkan pemain sekelas Mattia Perin atau lainnya, sayang Gabriel masih cedera sehingga Milan mendatangkan Coppola untuk menggantikannya sementara. Marco Amelia, turun peringkat menjadi kiper ketiga Milan. Dia sebenarnya cukup baik untuk menjadi kiper utama Milan, hanya saja keraguan menyelimuti saya jika Amelia yang mengawal gawang Milan, entah kenapa.

de sciglioLini belakang Milan adalah sorotan, kehilangan Paolo Maldini, Allesandro Nesta, dan Thiago Silva belum bisa ditebus. Kedatangan Christian Zapata sejak musim lalu juga belum memberikan ketenangan di lini belakang walaupun dia tampil cukup baik sepanjang musim. Philip Mexes juga masih belum menunjukkan performa yang konsisten. Keduanya bisa menjadi pemain andalan Milan jika menunjukkan performa yang ciamik dan konsisten. Danielle Bonera dan Christian Zaccardo menjadi pelapis kedua bek tengah. Kepergian Mario Yepes dan Bartosz Salomon tidak terlalu memusingkan pelatih. Jherson Vergara, semoga tidak cedera lama, adalah pemain potensial. Dia masih muda dan sering mengalami gugup saat pertandingan. Dalam pertandingan melawan Manchester City, antisipasi dan intersep yang dia lakukan bagi saya cukup baik, hanya saja beberapa kesalahan dasar saat ditekan lawan muncul karena gugup. Jherson adalah bek tipikal Thiago Silva jika Milan berhasil mengeluarkan seluruh potensinya. Sisi sayap, Milan mempunyai 2 pemain akademi sendiri, Ignazio Abate dan Mattia De Sciglio. Keduanya tampil luar biasa dalam pertandingan melawan PSV Eindhoven. Membuat Urby Emmanuelson bisa terbuang dari tim. Kevin Constant juga bisa menjadi pemain inti tergantung strategi yang akan dipasang Allegri, apakah ofensif atau menghadapi tim yang memiliki superioritas seperti Barcelona atau Bayern Muenchen.

Lini tengah adalah lini yang paling saya senangi. Musim ini adalah musim kedua bagi lini ini yang memiliki komposisi baru sejak musim-musim sebelumnya. Kembalinya Nigel De Jong harusnya akan membuat lini tengah Milan makin solid. Saya masih berharap Antonio Nocerino dipertahankan karena dia masih memiliki kualitas dalam formasi Allegri (antara 4-3-3 atau 4-3-1-2). Ricardo Montolivo sudah memastikan satu tempat di lini tengah. Pemain yang menjadi kapten ini adalah alasan kreativitas Milan selama pertandingan. Dengan usianya yang matang, Montolivo sudah bisa membawa beban kreativitas yang hilang dengan kepergian Clarence Seedorf maupun Andrea Pirlo. Sebagai deep-lying playmaker ataupun gelandang box-to-box (saat melawan PSV), Montolivo bermain sama baiknya sehingga Allegri bisa memberikan alternatif taktik yang lain pada saat yang diperlukan. Tambahan untuk lini tengah adalah Andrea Poli, yang menurut agennya (tentu sangat subjektif penilaiannya) adalah seseorang yang mampu menjaga kualitas ofensif tim. Saya baru mengikuti permainan Andrea Poli. Menurut beberapa analis, Poli melewatkan musim yang cukup baik di Inter dan tidak terlalu baik saat kembali ke Sampdoria. Saya tidak mengikuti perkembangan permainannya saat di Inter dan saat kembali ke Sampdoria. Masih ada juga Bryan Cristante, pemain muda binaan Milan, tapi menurut saya masih memerlukan lebih banyak pengalaman lagi. Mungkin kepergian Montolivo suatu hari nanti akan membuat dia lebih berkembang.

Masih mengenai lini tengah, perhatian saya tentunya kembali akan tertuju kepada Antonio Nocerino, Sulley Muntari, dan Bakaye Traore (selain Emmanuelson yang bisa menjadi gelandang). Ketiga gelandang hampir memiliki peran yang sama bagi Milan, sebagai gelandang box-to-box. Kehilangan Flamini bagi saya adalah kerugian karena dia adalah pemain penting. Kalau saya bisa memilih, saya akan lebih senang kehilangan Traore ketimbang Flamini. Muntari memiliki keunggulan dalam hal teknik dan memberikan kualitas dalam 2 hal, tekanan dan pengalaman. Muntari adalah seorang pemain yang pernah mengarungi kerasnya Liga Inggris dan pernah menjadi satu kepingan bagi Jose Mourinho untuk memenangi gelar treble di tim tetangga. Lihat saja pada pertandingan-pertandingan penting di mana Muntari berada, baik melawan Barcelona di San Siro maupun saat melawan PSV Eindhoven. Muntari memberikan ketenangan bagi lini tengah Milan dalam memberikan pressing saat bertahan dan mengambil inisitatif untuk berada di sekitar kotak penalti untuk membantu serangan. Nocerino juga memiliki keistimewaan sendiri. Sebelum kepindahan Ibrahimovic ke PSG, pemain berbiaya transfer rendah ini sangat efektif menjadi pemain dalam hal membantu serangan dan disiplin dalam bertahan. Saat Milan kehilangan Ibrahimovic, Nocerino seperti kehilangan sentuhan padahal berkali-kali Allegri mencoba memainkannya untuk mengembalikan performanya. Musim ini, dengan tidak adanya Flamini, Nocerino bisa menjadi opsi untuk melapis Nigel De Jong ataupun Sulley Muntari untuk posisi trio gelandang tengah, walau sekedar untuk menjaga kedalaman skuad.

Ac-Milan-ac-milan-790689_1024_768Pemain kesayangan publik San Siro kembali ke Milan. Kaka, pemain yang berposisi trequartista datang ke Milan untuk kedua kalinya sebagai usaha untuk menyelamatkan karirnya yang hampir hancur pasca hengkang dari Milan. Kedatangannya kali ini untuk melengkapi kepingan setelah kepergian Kevin Prince Boateng ke Schalke 04. Milan memang agak “melanggar” kebijakan untuk mengoptimalkan pemain-pemain muda seperti Ricardo Saponara yang datang dari Empoli yang juga seorang trequartista. Di satu sisi, eks pemain favorit San Siro ini akan memberikan boost pada sisi ofensif Milan nanti. Jangan harap juga kita akan melihat hal yang sama dari Kaka seperti masa keemasannya di Milan, paling tidak kedatangan Kaka dari segi taktik memberikan variasi saat Milan turun ke dalam 3 kejuaraan, serta tidak lupa ketenangan dan pengalaman. Saya masih berharap kedatangan Keisuke Honda ke Milan.

Lini depan Milan tidak memiliki masalah, melepas Alexandre Pato dan mendatangkan Mario Balotelli adalah suatu bisnis yang menguntungkan di Januari 2013. Kontribusi Super Mario di lapangan membuat Pato lebih cepat dilupakan Milanisti. Tim sekarang membangun kerangka dengan Super Mario dan Stephan El Shaarawy sebagai puncaknya. Kedatangan Allesandro Matri hanya untuk melapis Gianpaolo Pazzini sebagai poacher di lini depan Milan. Lini depan Milan makin kaya variasi dengan bertahannya Robinho, dan berharap M’baye Niang juga ikut bertahan (berpotensi dipinjamkan seperti Petagna). Robinho, El Shaarawy, dan Balotelli sudah membuka pundi-pundi gol mereka. Artinya, saya berharap ketajaman lini depan Milan akan makin bertambah dengan kedatangan Kaka dan Andrea Poli. Musim lalu, 3 striker utama Milan, El Shaarawy, Balotelli, dan Pazzini mencetak lebih dari 10 gol bagi Milan di liga Serie A, dan semoga ketajaman mereka bisa berlanjut dan bertambah baik.

Masalah pemecatan Allegri telah berakhir ketika Milan memastikan diri melaju ke putaran grup Liga Champions Eropa musim 2013/2014. Satu kelemahan Allegri adalah belum matangnya taktik sang allenatore di Eropa. 3 musim mengantar Milan ke Eropa, selama itu pula Milan tidak mencapai semifinal. Padahal 2 musim awal, Milan saya rasa punya kemampuan untuk itu tapi gagal dimanfaatkan. Allegri terbilang hebat untuk level Serie A. Patokan saya adalah hasil yang dicapai musim lalu, dari terseok-seok menjadi penantang serius Scudetto sebelum terjerembab ke peringkat 3. Kepintarannya dalam meramu pemain, menjadikan Milan memiliki poin terbanyak pada paruh ke 2 Serie A. Dengan komposisi pas-pasan musim lalu, Allegri masih mampu membawa Milan ke papan atas walaupun dengan catatan yang kurang menggembirakan. Allegri tidak begitu bagus dalam pertandingan-pertandingan kelas wahid melawan 7 tim atas Italia. Itulah yang harus diperbaiki Allegri untuk musim ini, dari segi permainan dan taktik, Milan sudah cukup baik. Kedatangan Kaka dan Matri (yang menjadi permintaan Allegri) harusnya bisa memperbaiki catatan buruk Allegri di Eropa dan Serie A.

Saya tidak menargetkan Milan harus menjadi juara. Juara atau tidak, toh Milan tetap saya segani dan senangi. Dengan komposisi pemain yang ada, Milan masih bisa bersaing dengan Juventus dan Napoli untuk memperebutkan Scudetto. Di bawah itu, perebutan posisi Liga Champions, Milan mengalami sedikit kelemahan dalam hal partisipasi di Eropa. Inter, tetangga, tidak memiliki partisipasi di Eropa begitu juga AS Roma yang sudah memperbaiki kualitas tim yang ada. Pelatih-pelatih dan pemain-pemain baru yang baru datang adalah ancaman bagi Milan untuk meraih tiket ke Liga Champions. Untuk Liga Champions sendiri, lolos dari grup maut (Grup H: Barcelona, AC Milan, Ajax, Glasgow Celtics) sudah merupakan prestasi yang lumayan. Saya meninginkan Milan untuk tampil lebih baik di kompetisi Eropa dengan menyentuh minimal Perempat Final. Untuk Coppa Italia, seharusnya bisa dimenangi Milan dengan syarat tidak meremehkan kompetisi yang satu ini.

Milan masih melanjutkan wajah baru yang mereka bentuk dari musim lalu. Konsistensi permainan menjadi PR bagi Milan. Semoga, dengan dukungan para Milanisti dan determinasi pemain-pemain Milan dapat membawa Milan kembali ke masa-masa jaya seperti Milan berada sebelumnya. FORZA MILAN, TU SEI TUTTA LA MIA VITA.

weareacmilan

Kategori:Olah Raga
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: