Beranda > What I See > Nonton Silver Linings Playbook

Nonton Silver Linings Playbook

Poster Silver Linings PlaybookAcara penganugerahan Academy Award 2013 telah berakhir bulan kemarin, di mana film terbaik jatuh ke tangan Argo yang disutradarai oleh Ben Affleck. Tapi bukan tentang Argo yang membuat saya merasa tertarik untuk menonton film yang menang karena ada unsur politis di sana. Silver Linings Playbook, sebuah film yang disutradarai oleh David O’Russel  yang sempat masuk nominasi sutradara terbaik pada Academy Award tahun ini, adalah film komedi romantis yang memang romantis dan terkadang beberapa adegannya memberikan tawa kepada penonton. Tidaklah heran jika aktris terbaik berasal dari film ini, Jennifer Lawrence yang berperan sebagai Tiffany Maxwell. Film yang diangkat dari novel The Silver Linings Playbook karangan Matthew Quick patut mendapatkan apresiasi lebih dari penonton yang tidak menyukai film-film yang agak berat seperti Lincoln atau yang penuh kekerasan seperti Django Unchained. Aktor dan aktris pun yang tampil dalam film ini cukup terkenal seperti Jennifer Lawrence, Bradley Cooper, Robert De Niro, atau pemain Bollywood Anupam Kher.

Pada 8 September 2012, film ini ditayangkan perdana pada Toronto International Film Festival (TIFF) dan diluncurkan secara resmi pada 16 November 2012 di Amerika Serikat. 8 nominasi Academy Award menjadi bukti bahwa film garapan O’Russel ini sangat menarik untuk ditonton. Apalagi film ini tidaklah membosankan seperti film-film komedi romantis lainnya yang kadang tidak menerangkan sisi detil dari kejadian-kejadian penting dari film tersebut. Dan lebih sayang lagi, film Silver Linings Playbook justru terlambat masuk ke bioskop-bioskop di Indonesia dan penonton di sinipun tidak terlalu banyak yang mengapresiasi arti dari film ini. Ini terlihat dari singkatnya waktu yang diberikan oleh para pengelola bioskop kepada film ini. Sehingga beruntungnya saya bisa menikmati film tersebut di bioskop sebelum diganti film lain.

Apa menariknya film Silver Linings Playbook kalau begitu? Apa bedanya film ini dengan film komedi romantis lainnya seperti The Proposal yang dimainkan dengan sangat baik oleh Sandra Bullock? Atau film komedi romantis lainnya? Banyak yang mungkin berpendapat berbeda dengan saya, dan itu lumrah. Tapi dari perspektif saya, mungkin sejauh saya menonton film Silver Linings Playbook ini, ini yang menurut saya film komedi romantis yang terbaik. Bukan karena kecantikan Jennifer Lawrence yang luar biasa, begitu juga aktingnya, tapi kadang orang tidak melihat esensi yang dibawakan oleh sebuah kisah, yang mungkin orang lain akan berpandangan sama dengan saya terhadap film lain. Dan kisah ini dimulai dari keluarga yang memiliki anak bermasalah, sebuah pemandangan yang lumrah dalam zaman seperti ini.

Cerita dimulai dari sebuah tempat rehabilitasi kesehatan mental di Baltimore, seorang pria bernama Pat Solitano Jr (diperankan oleh Bradley Cooper) bercerita tentang keadaannya sebelum dijemput oleh ibundanya, Dolores Solitano (diperankan oleh Jacki Weaver). Pertanyaan tentunya muncul kenapa Pat Solitano bisa ditemukan di tempat rehabilitasi mental? Ada apa dengan Pat ini? Dan kita bisa mendapatkan kenapa penyakit mental yang bernama bipolar disorder (semacam penyakit depresi) ini ada pada Pat. Pat bercerita kepada dokter terapinya bernama dr. Patel (Anupam Kher) bahwa dia menemukan dengan tidak sengaja isterinya, yang bernama Nikki, berselingkuh dengan seorang guru di kamar mandi rumahnya dengan suasana yang romantis karena lagu pernikahannya diputar. Rupanya kejadian itu membuat Pat begitu marah dan hampir membunuh guru sejarah tersebut, dan singkat cerita dia dijebloskan ke tempat rehabilitasi dan isterinya meminta cerai. Berhenti dulu sampai situ untuk Pat.

Robert De Niro dan Jacki Weaver  sebagai orang tua PatRobert De Niro dan Jacki Weaver yang berperan sebagai orang tua Pat.

Lawan main Bradley Cooper adalah Jennifer Lawrence, yang begitu cantik dan mempesona. Dia dikenal sejak bermain dalam film X-Men First Class dan Hunger Games, dan usianya masih sangat muda sebagai seorang aktris yang memenangkan Academy Award yaitu 22 tahun. Memerankan seorang wanita, yang menjadi janda karena ditinggal suaminya, yang menjadi sangat ketagihan dalam seks kemudian berubah menjadi seorang wanita yang melupakan hal yang dianggapnya hina tersebut yang merupakan bagian dari hidupnya. Jennifer Lawrence memerankan peran tersebut, seorang wanita janda bernama Tiffany Maxwell, dalam Silver Linings Playbook. Bagaimana Tiffany Maxwell ini? Apa permasalahannya sehingga dia begitu ketagihan dalam hal seks sehingga dianggap sebagai penyakit masyarakat, dan orang-orang terkesan menjauhinya kecuali mereka yang ingin “mendapatkan” sesuatu dari Tiffany. Tiffany diceritakan adalah adik dari isteri teman baik Pat, Ronnie. Tiffany sebelumnya telah menikah dan suaminya meninggal dalam suatu kejadian. Setelah suaminya meninggal, Tiffany menjadi begitu ketagihan akan seks. Dalam pengakuannya kepada Pat, dalam sebuah makan malam pada Halloween Day, Tiffany bercerita bahwa dia dipecat dari tempat dia bekerja karena berhubungan seks dengan seluruh karyawan kantornya, bahkan dengan wanita sekalipun. Dan karena hal tersebut, Tiffany dianggap sebagai seorang pelacur pada lingkungannya.

Salah satu adegan Pat bertemu TiffanyPertemuan Pat dan Tiffany tentunya telah ditetapkan oleh sutradara, bahwa Pat akan diundang oleh Ronnie dan isterinya ke sebuah acara makan malam yang bersifat kekeluargaan di rumah Ronnie dan Tiffany turut ikut ke sana. Perjumpaan mereka terlihat menarik dan sempat ada adu mulut antara mereka berdua. Hari berikutnya, Pat dan Tiffany berjumpa saat Pat sedang joging dan Tiffany mengikuti dan mengejarnya. Pat yang tidak senang diikuti berlari lebih kencang dan meninggalkan Tiffany di belakangnya sebelum akhirnya Tiffany berhasil menyusul dan mengagetkannya. Pat kemudian menyerang Tiffany dengan kata kasar yang tidak diterima oleh Tiffany. Dan saat itu Tiffany berterus terang bahwa dia tidak seperti Pat yang takut mengakui akan kejadian buruk yang menimpa hidupnya. Pat sempat meminta maaf sayang Tiffany terlebih dahulu merasa telah dilecehkan.

Kemudian plot selanjutnya yang seru adalah ketika makan malam di sebuah kafe bernama Diner, di mana keributan terjadi antara Pat dan Tiffany. Tiffany yang menawarkan diri sebagai juru antar surat kepada mantan isterinya Pat tidak terima atas penilaian Pat terhadap dirinya. Percakapan yang memanas akibat hal tersebut malah justru membawa Pat sadar bahwa dia telah salah. Keesokkan harinya, Pat membawa surat yang akan ditujukan kepada mantan isterinya melalui Tiffany, sayang Tiffany masih sakit hati atas kejadian semalam. Dan kembali lagi atas kedaulatan sutradara, kedua orang ini berbaikan lagi karena Pat berhasil mengusir seorang pria yang tidak dikenal yang akan mengunjungi Tiffany. Saat itu juga Tiffany meminta apa yang bisa diberikan Pat kepadanya, karena Tiffany akan membantu Pat untuk membawakan suratnya kepada Nikki. Persetujuan terjadi dan Pat bersedia mengikuti syarat Tiffany dengan menjadi pendampingnya pada saat lomba dansa pada sebuah hotel di Philadelphia (kota yang menjadi tempat syuting film). Dan beberapa adegan menceritakan Pat dan Tiffany berlatih dansa, kemudian Pat mendapatkan surat balasan dari Nikki, dan hal-hal baik lainnya.

Adegan setelah hal-hal baik tersebut, muncul adegan yang tidak mengenakkan. Pat yang bolos latihan dansa dengan Tiffany (sesuai persetujuan mereka) pergi bersama kakak dan teman baiknya, Ronnie menonton pertandingan football antara Philadelphia Eagles melawan New York Giants. Di tengah cerita bagian tersebut, Pat bertemu dokter Patel (terapinya yang berasal dari India) yang merupakan penggemar berat dari Eagles. Dan adegan ini mencapai klimaksnya ketika Pat terlibat dalam perkelahian dengan penggemar lainnya karena kakaknya diganggu oleh penggemar tersebut. Dengan kejadian ini, alasan untuk Tiffany muncul di rumah Pat pun ada.

Tiffany yang merasa ditinggalkan oleh Pat bergegas pergi ke rumah Pat, yang masih 1 kompleks. Adegan di rumah Pat pun seru sebelum kedatangan Tiffany. Ayah Pat, Pat Senior (diperankan Robert De Niro) begitu marah dan kecewa melihat putranya tersebut karena menanggap ada sesuatu yang salah dengan Pat Junior. Rupanya, ayahnya bertaruh dengan kawannya Randi untuk pertandingan kali itu dengan jumlah uang yang cukup besar. Pat Senior marah dan kecewa dan menyebut Pat Junior loser. Itu adalah adegan sebelum Tiffany membunyikan bel dan masuk bertemu dengan Pat.

Pat yang masih kaget dengan kedatangan Tiffany mencoba memberikan penjelasan. Dan tuduhan pun datang kepada Tiffany bahwa dialah penyebab kekalahan Philadelphia Eagles dari New York Giants serta taruhan besar dengan Randi. Tiffany menjelaskan bahwa justru keberadaan Pat dengan dirinya membawa keberuntungan bagi Eagles. Itulah penjelasan Tiffany yang didasarkan pada penelitiannya. Pat Senior terkejut dengan pemaparan Tiffany. Kemudian juga ada perdebatan antara Tiffany dan Randi yang kemudian berujung kepada taruhan baru yang bersifat parlay. Jika tidak mengetahui parlay, silahkan google. Syarat untuk memenangkan taruhan kali ini lebih berat. Robert De Niro yang telah kehilangan akal sehat mengambil tawaran Randi untuk parlay, yaitu Philadelphia Eagles menang lebih dari selisih 10 poin dari Dallas Cowboys plus penampilan Pat dan Tiffany dalam acara lomba dansa mendapatkan nilai rata-rata, 5.

Akhir dari cerita tersebut bisa anda tonton, karena tentunya akan lebih menarik ketimbang mengetahui ceritanya dari orang lain.

Melihat tokoh Pat. Pat adalah seorang yang depresi dengan pernikahannya. Isteri yang begitu dicintainya dengan tega berselingkuh dengan seorang guru lain. Dan kejadian itu tidak mudah dilupakan oleh Pat. Dia adalah tokoh yang rapuh sampai Tiffany mengajaknya untuk ikut latihan dansa. Dan kecenderungan kebanyakan manusia saat ini adalah memainkan peran Pat. Tidak menerima masa lalunya dan cenderung tidak mau berubah untuk mengubah masa depannya. Pat, tidak ada yang berubah sejak dia keluar dari tempat rehabilitasi. Dia masih seorang yang emosional dan sulit melupakan masa lalunya. Tanpa kita sadari, kita pun sering demikian. Bukan hanya dalam cinta, dalam pergaulan, pekerjaan, pelayanan pun demikian adanya. Dia perlahan mengubah perilakunya sejak menjadi pendamping Tiffany dalam latihan dansa.

Melihat tokoh Tiffany. Tiffany adalah kebalikan dari Pat. Tiffany mulai mencoba dari awal yang baru. Saat bertemu Pat, pada waktu yang salah, Tiffany memulainya dengan kesalahan yang membuat dia terlihat begitu rendah yaitu mengajak Pat berhubungan seks. Pat menolak ajakan Tiffany dan masih belum bisa “move on” saat itu. Tiffany perlahan sadar bahwa dia sebenarnya salah jika menginginkan pertemanan dengan Pat dengan cara yang demikian. Akhirnya dia berubah walaupun disakiti oleh Pat melalui penilainnya yang sering menyudutkan Tiffany. Tiffany akhirnya menjadi pribadi yang kuat karena kesibukannya dengan dansa, menerima segala keburukannya sebagai masa lalu dan memulai suatu hidup yang lebih bermakna. Perlahan, hingga akhir cerita, Tiffany berhasil membimbing Pat untuk menerima masa lalunya.

Kemudian pertanyaan saat ini, apa hubungan ‘Silver Linings’ dan cerita Pat dan Tiffany? Silver Linings merupakan kalimat yang diambil dari sebuah peribahasa “Every Cloud Has A Silver Lining” yang kira-kira berarti walaupun ada awan (sesuatu) di angkasa (dalam hidup kita) yang menggelapkan (membuat buruk) harimu, paling kurang ada sesuatu yang baik di sana. Tentang cerita Pat dan Tiffany, kehadiran satu sama lain adalah sebuah silver lining dalam film tersebut. Ada banyak silver lining yang terjadi dalam film tersebut, tapi yang paling menarik adalah dalam seluruh cerita sedih yang terjadi dalam kehidupan Pat dan Tiffany, ada sesuatu yang manis di sana. Sama seperti kisah dalam Alkitab tentang bangsa Israel, walaupun bangsa tersebut dibuang ke Babel, tetapi Tuhan masih tetap menyertai mereka. That’s the silver lining!.

Kategori:What I See
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: