Beranda > Olah Raga > 3 Pelajaran Dari Camp Nou Buat AC Milan

3 Pelajaran Dari Camp Nou Buat AC Milan

Mexes di pertandingan Barcelona vs AC MilanSecercah harapan yang muncul di San Siro 3 minggu lalu musnah di Camp Nou, markas Barcelona pada Selasa (12/3) malam. 2 gol Lionel Messi di babak pertama, dan 2 gol tambahan di babak kedua melalui David Villa dan Jordi Alba mengubur impian AC Milan, tim favorit saya selain Newcastle United, untuk melaju ke babak berikutnya. Di sisi positifnya, Milan dapat berkonsentrasi penuh memanfaatkan seluruh pemainnya di kompetisi Serie A.

Terkait kekalahan telak Milan (0-4) dari Barcelona, banyak pelajaran yang bisa diambil dari pertandingan subuh (waktu Indonesia) kali ini bagi Milan. Ketiadaan Pazzini, tentunya memberikan angin segar bagi pemain belakang Barcelona karena M’baye Niang masih sangat muda dan dalam tahap pengembangan. Phillip Mexes juga tidak dalam kondisi fit setelah pertandingan melawan Genoa pada Jumat minggu lalu. Ada beberapa hal yang menjadi catatan menarik bagi saya pada pertandingan AC Milan di kandang Barcelona.

1.       Tanpa Pazzini, Who Is In the Barcelona’s Box?

Tak bisa dipungkiri, semenjak Januari 2013 dan kedatangan Mario Balotelli di San Siro, Gianpaolo Pazzini lah pemain yang terkonsisten di AC Milan. Ketika bintang muda Milan, Stephan El Shaarawy, mengalami kebuntuan dalam mencetak gol maka Pazzini lah yang menjadi harapan Allegri dalam menggantikan El Shaarawy dalam hal penyelesaian mencetak gol. 8 gol dari 8 pertandingan terakhir di Serie A menjadi bukti konsistensi Pazzini di kotak penalti. Pazzini, seorang striker yang bertipe oportunis di kotak penalti, pada 1st leg di San Siro memberikan efek yang cukup menonjol dengan mengalihkan perhatian kedua pemain belakang Barcelona (Puyol-Pique) sehingga memudahkan serangan Milan dari sisi El Shaarawy dan Kevin Prince Boateng leluasa menusuk. Kemudian tekanan yang diberikan Pazzini kepada Puyol maupun Pique dengan intensitas tinggi di kotak penalti Barcelona cukup merepotkan. Pazzini juga baik dalam menahan bola sehingga mampu membuat Milan dapat melakukan serangan balik beberapa kali di San Siro. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan Niang di Camp Nou adalah hal-hal yang biasa dilakukan Pazzini saat dia turun bertanding. Niang adalah seorang penyerang, namun belum cukup baik dan mentalnya belum begitu terasah saat menjadi tumpuan serangan balik Milan. Beberapa kali kehilangan bola membuat pemain Milan harus kembali dengan cepat ke lini belakang untuk mengantisipasi serangan balik cepat Barcelona melalui Lionel Messi maupun Andres Iniesta. Duel udara pun Niang kalah ngotot dengan Pique ataupun Mascherano yang di 1st leg jarang terjadi saat Pazzini ada. Peluang bersih menjadi gol pun gagal dimanfaatkan Niang. Niang adalah pemain muda yang sangat baik, walaupun dia baru mencetak 1 gol, tapi Pazzini memberikan ancaman di kotak penalti lawan.

2.       Gugup

Tim mana yang tidak gugup berhadapan dengan Barcelona di kandangnya? Pemain sekelas Cristiano Ronaldo sendiri mengakui bahwa bermain berhadapan dengan Barcelona seperti menghadapi Mission Impossible. Menghadapi 94 ribu penonton yang memadati Camp Nou membutuhkan mental yang tangguh, belum lagi menghadapi tim kebanggaan warga Catalan tersebut yang berisi pemain-pemain berbakat. Tiket pertandingan di Camp Nou yang terjual habis, dan hampir seluruh warga Catalan ingin melihat Barcelona membalikkan keadaan tertinggal memenuhi stadion dan menekan mental pemain Milan. Wakil presiden Milan, Adriano Galliani telah mewanti-wanti pemain Milan untuk terlebih dahulu menundukkan atmosfir Camp Nou yang menurutnya akan membara pada hari pertandingan. Dan apa yang dikhawatirkan Galliani terjadi. Beberapa kesalahan elementer dalam passing terjadi di daerah dekat kotak penalti Milan. Kemudian Niang membuang satu-satunya peluang emas yang didapat Milan (saat itu Milan baru ketinggalan 0-1) seakan membuktikan betapa gugupnya pemain Milan saat itu. Pemain sekelas Massimo Ambrosini, kapten Milan, gagal menampilkan tekel-tekel akuratnya sama seperti di 1st leg. Gol ke 3 Barcelona, melalui David Villa, juga akibat kesalahan elementer seperti babak pertama akibat tekanan penonton. Kevin Constant salah mengantisipasi arah bola sehingga jatuh di kaki David Villa yang dengan mudah menceploskannya di gawang Milan. Serangan Milan juga monoton dengan mengandalkan 2 sisi sayap yang dengan mudah diantisipasi pemain belakang Barcelona. Kegugupan Milan berakhir ketika pertandingan akan berakhir kira-kira 5 menit lagi, tapi sayang telah terlambat karena Barcelona telah menumpuk pemainnya di kotak penalti. Hari ini mungkin mereka gugup, tapi musim depan mungkin lebih baik.

3.       Barcelona Memang Tangguh di Camp Nou

Messi is celebrating his 2nd goalRata-rata mencetak 3 gol ketika berlaga di kandang sendiri, Barcelona membuktikan bahwa kepercayaan diri mereka ketika menjamu lawan di Camp Nou dapat memberikan keuntungan sendiri. Kecuali ketika berhadapan dengan Real Madrid, Barcelona adalah monster di kandangnya sendiri. Pada kompetisi La Liga, Barcelona telah mencetak 44 gol di Camp Nou dalam 13 pertandingan atau setara dengan 3,4 gol per pertandingan! Pemain bintang mereka, Lionel Messi telah mencetak 40 gol di kompetisi ini, belum dihitung kompetisi Liga Champions dan Piala Raja yang dia ikuti. Menjamu Milan, yang tidak turun dengan komposisi terbaik dan terkesan meremehkan, Barcelona menurunkan seluruh pemain terbaiknya (kecuali Puyol yang digantikan Mascherano) dan menggempur pertahanan Milan. Layaknya sebuah orkestra tanpa akhir, serangan tiki-taka Barcelona mengalir deras di daerah pertahanan Milan. Barcelona memaksa Milan berada di kotak penaltinya sendiri sembari membuka ruang demi mendapatkan gol. Permainan demikian bukan hanya saat meladeni Milan, tetapi juga semua lawan termasuk Real Madrid. Para pemain Barcelona seperti Xavi dan Iniesta terus mencoba membuka ruang melalui umpan-umpan terukurnya. Rekor Barcelona di kompetisi La Liga selama 13 pertandingan kandang adalah 12 kali menang dan 1 kali draw! Walaupun kemasukan mereka mencapai 10 gol, tapi selisih gol yang dimiliki mereka adalah +34, tertinggi di La Liga. Dan sebesar apapun fan yang mendukung tim kesayangannya di Camp Nou, harus memiliki hati yang cukup besar. Kekalahan Milan di Camp Nou yang cukup telak (4-0) memberikan 1 bukti bahwa Barcelona tangguh ketika bermain di hadapan pendukungnya sendiri.

FORZA MILAN!!

Kategori:Olah Raga
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: