Beranda > What I See > Romantisme

Romantisme

Who knows how long I’ve loved you, you know I love you still. Petikan lagu romantis The Beatles berjudul I Will mungkin akan terdengar fungsinya jika kita berada dengan kekasih kita di suatu tempat, jauh dari kata ramai dan mengganggu. Romantis  identik dengan percintaan dan identik dengan hubungan antara dua insan manusia yang berlawanan jenis. Romantis juga identik dengan lokasi. Menurut sebagian besar orang, Paris adalah kota paling romantis di dunia. Atas dasar apa, saya juga tidak paham. Tapi anggapan tentang cerita-cerita yang bergulir di masyarakat menyatakan bahwa kota Paris adalah kota yang romantis, bahkan ABBA pun dalam lagunya Our Last Summer seakan menggambarkan romantisnya kota Paris dengan Eiffel Towernya. Jadi tidak ada salahnya orang-orang rela membuang uangnya untuk berbulan madu di sana. Sweet!

Menariknya, kata romantis dalam bahasa Inggris memiliki banyak arti dan salah satunya tidak menggambarkan tentang cinta secara khusus. Ada suatu arti yang umum di sana walaupun kadang-kadang orang menggambarkannya sebagai penggambaran cinta. Dan anehnya lagi, tidak ada syarat bahwa romantis itu ada kalau disertai dengan suatu suasana atau kondisi di mana pasangan itu berada. Dan lebih dahsyat lagi, bahwa romantis itu tidak menuntut kehadiran pasangan kekasih. Satu personal saja sudah cukup menghadirkan keromantisan. Keromantisan ternyata berhubungan dengan faktor yang bernama imajinasi.

Suatu malam yang ramai di kota Jakarta. Melewati sebuah jembatan penyeberangan yang melintasi jalan raya yang lebar. Diterangi oleh lampu-lampu yang bersinar lesu di jembatan yang menyala sepanjang malam, lampu-lampu kendaraan bermotor yang lalu lalang melewati bawah jembatan dengan garang. Waktu telah menunjukkan pukul 9 malam, sepasang kekasih berdiri menghadap ke jalanan yang ramai. Berbincang mesra dengan kata-kata bisikan tentunya yang tidak terdengar oleh saya maupun pejalan kaki lain yang melintasi jembatan yang berdebu dan kumal itu. Melihat kemacetan yang timbul akibat ulah pengendara kendaraan sendiri. Melihat gedung tinggi yang masih belum rampung, pedagang yang masih berdagang di saat orang lain tengah berkumpul dengan keluarga. Suasana romantis telah diciptakan oleh pasangan ini.

Melihat romantisme pasangan tersebutlah muncul ide ini. Mereka tidak terganggu dengan suasana yang ramai kota Jakarta saat malam. Ketika pasangan-pasangan yang berada lebih memilih tempat yang sunyi, mereka justru berada di atas jembatan penyeberangan yang tinggi memandang ke sebuah bagian kota yang berkilau dengan lampu malamnya. Tidak ada lilin di sana, tidak ada santapan malam, tidak ada sebotol anggur yang ditumpah dengan pelit, dan ini bukan di Paris!

Romantisme memang lebih familiar dengan imajinasi. Imajinasi yang saling berbagi antara kedua pasangan menimbulkan suasana romantis. Imajinasi yang jauh dari kata aktualisasi keadaan sekitar tetapi membawa diri ke sebuah dunia di mana hanya ada kita saja di sana. Romantisme tidak sekedar untuk orang yang sedang mengalami masa kasmaran atau masa di saat pernikahan berada dalam masa senangnya, tetapi untuk mereka yang sendirian pun sering tenggelam di dalam romantisme pribadi yang sering tidak kita sadari.

Soe Hok Gie sering tenggelam di dalam romantisme dirinya, ketika dia mulai melihat suatu keadaan di mana keadaan itu tidak sesuai dengan apa yang diimpikannya. Apa yang diharapkannya. Romantisme membawa kita kepada khayalan-khayalan yang kadang tidak realistis. Kadang membawa kita kepada hal yang emosional. Dunia begitu romantis, hanya saja kita tidak menyadarinya. Kita terlalu didogma dengan suatu romantisme yang bersifat visual dan  terdorong untuk tidak menjadi kreatif, pasif dalam berimajinasi. Imajinasi tidak lahir dari penglihatan semata tetapi dari kadang juga berasal dari suatu pikiran alam bawah sadar yang mencoba mengartikan penglihatan kita.

Jika saya berada dengan seorang kekasih di atas jembatan itu, maka kita akan berimajinasi dengan seandainya mobil-mobil dan motor-motor saling tahu diri dan aturan. Melihat orang-orang berkendara dengan tidak terburu-buru. Kita akan bercerita tentang suatu dunia ciptaan kita di mana tidak ada kendaraan yang menimbulkan macet. Kita hidup di dalam suatu keteraturan.

Seandainya harus mengambil romantisme dari sisi cinta, maka cinta itu haruslah bersifat unconditional atau tidak bersyarat. Sama dengan romantisme yang tidak menuntut keadaan yang conditional tetapi bagaimana menciptakan suatu imajinasi yang tidak ideal dalam keadaan yang tidak ideal juga. Cinta seharusnya bukan sesuatu yang tidak ideal, cinta adalah sosok yang idealis. Kadang kita harus berpikir realistis untuk sekedar melarikan diri dari hal yang idealis. Realistis kadang bersifat egois, tidak ingin selangkah lebih maju. Romantisme membawa ke suatu suasana cinta yang bersifat imajinatif, terlalu ideal, atau ideal yang berlebihan. Romantisme mungkin adalah obat atau candu dalam percintaan. Obat yang menyembuhkan atau candu yang mematikan.

Romantisnya pasangan di atas jembatan tersebut apakah akan menghasilkan obat atau candu bagi keduanya. Hanya Tuhan yang tahu. Melihat dunia yang berputar di dalam keromantisan yang bersifat candu adalah suatu hal yang menyedihkan. Romantisme dibuat di dalam slogan-slogan kosong, menghasilkan candu-candu yang sementara. Dan ketika dunia sadar mendapati dirinya telah terbius dengan candu romantisme, dia hanya akan mendapati kekecewaan dalam dirinya. Semoga pasangan tadi tidak mengalami yang demikian. Karena romantisme itu bersifat unconditional sebagai bagian dari cinta yang unconditional.

Iklan
Kategori:What I See
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: