Beranda > Keluarga > Manado: Happy Wedding Day Adi dan Ghe…

Manado: Happy Wedding Day Adi dan Ghe…

Hari Minggu (24/6) yang cerah, walaupun bangun agak telat. Adi (adik saya) masih tergeletak di atas kasur. Papa sudah bangun lebih awal. Hari ini adalah hari pernikahan 2 teman baik saya Adi dan Grace. Malas sih malas, tapi hari Minggu adalah hari beribadah untuk kita yang mengaku Kristen. Pinpin dan Lion seperti biasa sudah main kayak anjing baru umur 6 bulan di teras.

Tidak lupa juga untuk masuk gereja di GMIM Kristus. Serasa sudah lama tidak masuk gereja sendiri, padahal baru 6 bulan yang lalu saya di Manado. Ya, itulah perasaan rindu terhadap gereja sendiri. Di sana saya bertemu Oland Walangitan, teman saya sejak sekolah minggu, serta beberapa orang lainnya. Khotbah saat itu dibawakan oleh Pdt. Theofilus Sudari, saya duduk di balkon bersama Adi dan Oland karena nyaris terlambat. Ibadah berlangsung khusyuk tanpa gangguan.

Selepas gereja, saya dan Adi menuju ke Golden supermarket sebelum pulang ke rumah. Kira-kira itu masih jam 12 siang ketika saya bergegas pulang dengan membawa sejumlah barang belanjaan. Makan siang, kemudian beranjak naik tempat tidur untuk tidur siang sebentar karena ibadah pemberkatan pernikahan Adi dan Grace dimulai jam 2 siang dan hanya di gereja Katedral yang tidak jauh-jauh amat dari rumah. Baru mau memejamkan mata, suara telepon seluler saya berbunyi dan terdengar suara “Angga, di mana?” ternyata Ruth yang telpon. Ruth bilang saat itu dia dan Meidy sementara dalam perjalanan menuju gereja Katedral yang berada di jalan Sam Ratulangi. Langsung siap-siap walau mata mulai tidak tahan.

Jarak dari rumah ke gereja Katedral tidak seberapa jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki. Mungkin ada jarak 300-400 meter dari rumah, yah paling banter 500 meter lah (bukan PU soalnya). Kemeja yang dikenakan pun punya papa yang sengaja dicomot karena kekecilan di badan papa hehehe. Maka jadilah saya pergi ke gereja dengan menggunakan batik (kata Edoh keliatan seperti orang tua -_-“). Untung jalanan sepi, di gang juga tidak terlalu rame karena hari Minggu dan siang hari pula. Ruth sudah menelpon bertanya posisi saya karena dia dan Meidy sudah berada di gedung/kantor bank ABN Ambro yang bersebelahan dengan gereja Katedral.

Saya juga sempat menelepon Acel dan mengajaknya ke Katedral. Serta berkonfirmasi bahwa saya nanti nebeng dengan dia menuju ke tempat resepsi nanti. Saya temui Ruth tepat di bawah pohon yang tak terlalu tinggi tapi cukup rindang untuk berteduh. Ruth dan Meidy ternyata sudah menunggu, dan sedang menunggu teman yang 1 lagi yaitu Baby alias Steffanie Chandra. Tapi keburu telat, maka masuklah kita ke Katedral yang sudah bersiap untuk ibadah pemberkatan pernikahan.

Jam 2, orang-orang memang tidak banyak yang menghadiri pemberkatan ini, tapi kata pastor jemaat yang hadir lebih banyak daripada pemberkatan pernikahan orang lain (ya pastor, saya nggak tau dikau itu lebay tau tidak :D). Karena masih malu-malu, ya kita bertiga duduk di kursi bagian belakang sambil menunggu Baby dan prosesi pemberkatan. Kita ngobrol dulu tidak lama.

Sebuah mobil alphard datang dan parkir tepat di depan pintu masuk. Ternyata prosesi pemberkatan pernikahan Adi dan Ghe akan segera dimulai. Baby masih belum datang. Terlihat agak sibuk orang-orang yang akan mengikuti prosesi, seperti pastor dan pendamping-pendampingnya termasuk juga kedua mempelai hihihihi. Ada kejadian lucu ketika lilin dari seorang anak yang akan berjalan di depan mati dan temannya tidak bisa membantu. Anak itu bingung karena tidak tahu bagaimana cara menyalakannya. Pastor dan beberapa pendampingnya sementara melakukan semacam ritual sebelum prosesi dilakukan.

Pastor bersiap dengan menghadap ke arah mimbar, saya lupa lagu yang mengiringi prosesi ini, entah pake paduan suara atau pianis ya. Tapi pastor dengan langkah pasti berjalan perlahan menuju mimbar, tapi sorotan utamanya tentu bukan pada pastor dong, sorotan utamanya pada kedua teman kita Adi dan Ghe yang sementara berjalan perlahan dengan percaya diri menuju ke pelaminan untuk diberkati di depan Tuhan sebagai tanda resmi mereka telah menikah. Saya sibuk memotret, kemudian Ruth dan Meidy dengan khyusuk melihat kedua mempelai yang telah berjalan melewati mereka.

Adi dan Ghe lagi berjalan menuju altar.

Saat Adi dan Ghe tiba di altar, ternyata dari tempat kita duduk sangatlah jauh dari altar (iyalah, wong bangku ke 6 dari belakang), maka kita pindah tempat agak ke depan tapi tetap di barisan kedua terakhir. Ibadah pemberkatan berjalan dengan baik, tanpa gangguan sama sekali, dan Baby telah hadir saat itu. Paduan suara dari gereja Katedral ini sangat indah, padahal jumlah mereka tidaklah banyak. Dua kakak Ghe terlihat sedang duduk di depan, baris kedua, sedangkan dari keluarga Adi saya belum terlalu kenal tapi orangtuanya saya liat karena sama dengan orang tua Ghe, mereka duduk di tempat yang special (orangtua mempelai wajar dong tau).

Adi dan Ghe setelah diteguhkan menjadi suami-istri (horeee).

Ehm, kita yang hadir tidak lupa ikut berpose bareng kedua pengantin baru dong, jatah paling terakhir lagi, berarti special hahahaha.

Dari kiri ke kanan: Madam Meidy, Madam Ruth, Madam Baby, Ghe dan Adi, saya.

***

Jam 5 sore di rumah, tinggal saya dan papa. Adi (adik saya) sudah kembali ke penjara kampus (asrama Unklab). Mama masih di Jakarta. Matahari perlahan turun di sisi barat kota, suara burung-burung yang pulang dari bekerja ramai di angkasa. Saya tiduran di kamar karena masih capek, papa sedang siap-siap ke gereja untuk tugas.

Jam 6 petang, saya bergegas menuju ke rumah kong di Lililoyor, bertemu dengan tante dan om, sepupu-sepupu. Pokoknya waktu harus digunakan sebaik mungkin dan seefisien mungkin. Karena waktu itu bersifat terbatas untuk ukuran pribadi. Jadi setelah janjian dengan Acel, saya menuju Lililoyor.

Lama memang tidak jumpa ci Jane, Fabio, I Bice, Ye I, trus sepupu yang lain. Kemarin (Sabtu 23/6) adalah hari raya tradisional orang keturunan Cina yaitu makan cang. Di Lililoyor juga bikin cang, tapi sayang yang tersisa tinggal cang gula. Saya tidak terlalu suka cang gula. Saya ngobrol di sana sampai Acel yang sudah bersama dengan Inggi Wong menelepon bahwa mereka sudah dekat di sekolah Don Bosco.

Lama tidak jumpa dengan Acel dan Inggi. Acel terakhir ketemu pas dia datang di Jakarta bulan Oktober 2011. Inggi, saya tidak ingat kapan ya ketemu terakhir kali, mungkin 2009 pas penamatan Seniors 60 atau Seniors 61 di Unklab. Lupa saya. Tapi kali ini ketemu 2 teman lama, sungguh berarti. Kita menuju ke rumah teman lama lain Steven Sutanto yang berada di wilayah Dendengan (bukan dendeng ya).

Dari rumah Steven, di mana kita menunggu agak lama hampir 20 menit di sana, langsung menuju ke tempat resepsi pernikahan Adi dan Ghe. Suasana tempat resepsi berbalut merah di depan. Hanya ada 1 tempat angpao saja di sana dekat dengan foto-foto pre-wedding Adi dan Ghe dalam berbagai ukuran bingkai. Habis memasukkan angpao di kotak yang telah disediakan dan menerima souvenir (punya saya hilang di meja makan T_T) berupa dua gantungan kunci lucu, kita pun bersalaman dengan keluarga kedua mempelai yang memang (dan selalu di setiap acara pernikahan) menjadi penyambut tamu. Saya sempat ngobrol dengan salah satu anggota keluarga kedua mempelai (tapi nggak tau juga ya siapa itu) karena sedang mencari Ruth! Entah ke mana madam yang satu ini ckckck.

Jam setengah 8, acara belum terlihat akan dimulai, Ruth belum terlihat, perut demonstrasi mendadak (maklum lupa disubsidi). Rupa-rupanya Ruth terlambat karena bertemu dengan bekas dosen saat kita kuliah sir Billy Tansuria dan Mem Melinda Tansuria. Sir BilTan (begitu nama kerennya selain Aang Avatar) adalah dosen matakuliah Mikro Ekonomi saya selain dosen matakuliah Pajak (2 kali lagi >_<!) langsung teringat masa suram belajar matakuliah aneh itu. Tidak beberapa lama lampu-lampu mulai dipadamkan, dan seorang pembawa acara mengambil kendali pesta.

Pembawa acara semangat mengumumkan bahwa kedua mempelai akan segera memasuki ruangan (kok gua kepikiran upacara bendera ya -_-“ wordless). Sebelum kedua mempelai, tentu barisan keluarga dulu dong. Cuma Lisa yang saya kenal dari barisan keluarga tersebut yang berjalan di atas karpet merah yang diterangi lampu sorot. Saya masih belum melihat Ruth, padahal Adi dan Ghe mau prosesi.

Lampu dimatikan, dan perlahan namun pasti lagu Beautiful In White milih Shane Filan (ex Westlife) mengiringi langkah perlahan kedua mempelai yang menuruni tangga. Ruth ada di sisi berseberangan dengan saya, tidak tahu kapan dia datang. Lagu Beautiful In White sangat bagus (untuk prosesi seperti ini) dengan memadukan lagu Canon in D milih om John Pachebel. Siraman lampu sorot hanya untuk kedua mempelai, yang menjadi raja dan ratu pada malam hari ini (kira-kira seperti itu kalo di acara pernikahan) yang berjalan dengan langkah berirama menuju ke panggung. Mungkin ada 600-700 orang yang memandang ke arah Adi dan Ghe saat itu. Sebelum Adi dan Ghe tiba di panggung, Ruth, Meidy, dan Baby bergabung dengan kita-kita di meja dekat saya duduk.

Teman-teman berkumpul, walaupun tidak banyak yang saya lihat. Di meja saya ada Acel, Inggi, dan Steven yang merupakan 1 paket perjalanan, terus ada tante Truly, Adlig dan Chika, kemudian Irdy dan Kity, juga Dahlia yang datang belakangan. Di meja belakang, ada Silvana, Pearly, Cheril dan suaminya, Ruth, Meidy, dan Baby. Juga ada Amelia dan Ninoy yang sempat saya lihat, tapi mereka duduk agak di depan. Ada Monic dan Manja juga, Ela ada tapi saya nggak lihat. Mungkin ada yang lain juga yang belum di sebut, tapi saya memang lupa.

Acara pernikahan dari dulu memang tidak banyak berubah. Kali ini juga begitu, ada doa, kemudian potong kue, kemudian ada kissing dan acara toss bersama, doa makan, trus makan malam. Kali ini tidak ada acara sepatah dua patah kata dari kerabat atau perwakilan mempelai, sehingga acara berjalan cukup cepat tapi teratur. Pembawa acaranya hebat bisa mengaturnya dengan baik.

Acara makan menjadi alat reunian kecil sekelompok alumni Unklab ini. terjadilah bincang-bincang sesama teman lama dalam jumlah besar. Lagu-lagu etnis mandarin mendendang dari panggung, dan semua lagunya saya tidak tahu hahahaha. Inggi cukup baik juga mengambilkan saya dan Steven pudding dan es buah. Adi dan Ghe datang berkunjung ke meja, dan Acel diminta maju untuk menyanyikan sebuah lagu atas permintaan kedua mempelai. Tanpa dimintapun Acel sudah siap, dan tanpa ampun maju ke depan menyanyikan sebuah lagu. Ya pertemuan selalu ada akhirnya, kita berfoto dengan kedua mempelai di panggung, kloter kedua karena sebelumnya telah ada juga yang berfoto bareng dengan kedua mempelai. Sembari menunggu giliran, kita juga foto-foto kok :D.

Happy Wedding Day Adi dan Ghe. God bless you.

 

***

Em, sedikit foto-foto dari kamera Ruth

Kiri ke kanan:  Baby, Mem Melinda, Ruth, Meidy.

Sama dengan yang di atas, tapi kali ini dengan Sir Tansuria.

Kiri ke kanan: Steven, Baby, Meidy, saya, Inggi Wong, Dahlia, Kity, Acel, dan Irdy (kloter terakhir yang berpose dengan kedua mempelai nanti).

Iklan
Kategori:Keluarga
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: