Beranda > Olah Raga > AC Milan Di Tangan Allegri tahun 2012

AC Milan Di Tangan Allegri tahun 2012

Tidak terasa tahun akan berlalu begitu cepat. Tidak terasa juga bahwa 4 tahun lalu, di San Siro AC Milan sang empunya San Siro takluk di tangan Arsenal dengan Young Gunners-nya 0-2. Saat itu selain bertindak sebagai tuan rumah, AC Milan merupakan juara bertahan Liga Champions dan juga unggulan pada kompetisi tersebut. Milan saat itu masih dipimpin oleh Carlo Ancelotti dan kapten Paolo Maldini.

Kekalahan itu menyentak seluruh punggawa Milan yang kebanyakan telah berusia di atas 30 tahun. Di Kompas menulisnya sebagai ‘Akhir Dari Sebuah Era’ yang ditujukan kepada beberapa pemain Milan yang telah habis masa gemilangnya termasuk sang kapten Paolo Maldini. Kekalahan itu seakan menandai akhir dari masa keemasan Milan dari tahun 2001 saat Carlo Ancelotti mulai memegang tampuk kepelatihan di AC Milan.

Dan tahun pun berlalu dengan cepat tak terasa. Milan pun mulai berganti rezim kepelatihan. Kali ini rezim berada dalam tangan Massimiliano Allegri. Pelatih yang didatangkan dari Cagliari pada tahun 2010 memulai karirnya dengan cukup sukses. Membawa Milan meraih Juara Liga Italia pada musim 2010/2011 pada karir tahun pertamanya di Milan. Gelar yang telah lama dirindukan oleh kalangan Milanisti (supporter Milan) karena terakhir kali Milan merebut gelar itu pada tahun 2003/2004.

Karir Allegri pun melaju mulus memasuki awal musim baru dengan merebut piala Super Italia setelah Milan mengalahkan musuh bebuyutannya Inter Milan dengan skor 2-1 di Stadion Nasional Beijing (Bird’s Nest). Langkah Allegri ini mulai menandakan transisi yang mulus dari Ancelotti (kemudian ada Leonardo) ke Allegri.

Namun perjalanan mencapai sebuah kejayaan tidaklah mudah. Di 5 pekan awal, Milan hanya mampu meraih 1 kemenangan, 2 kali draw, dan 2 kali kalah yang membawa Milan ke titik terendahnya sejak Allegri memegang kepelatihan di Milan. Berbagai alasan muncul ke permukaan setelah hasil ini di antaranya cedera yang melanda pemain-pemain kunci Milan pada saat itu.

Titik balik Milan terjadi setelah kekalahan melawan Juventus 0-2. Bertandang ke Lecce, Milan tertinggal 0-3 di babak pertama. Hasil pada babak pertama itu melecut semangat pemain-pemain Milan dan mampu menyamakan kedudukan 3-3 melalui hattrick Kevin Prince Boateng. Milan memastikan kemenangan mereka melalui gol Mario Yepes pada menit 83 dan mengubah skor menjadi 4-3!!

Titik balik itu membawa Milan tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan mereka sebelum laga melawan Inter. Di seluruh kompetisi Milan hanya mengalami 1 kali kekalahan di tangan Barcelona. Saat menghadapi Inter, Milan mengalami kekalahan ke 3 setelah gol semata wayang Diego Milito tidak bisa dibalas oleh Milan. Sebenarnya Milan tidak mengalami kemunduran setelah laga tersebut karena mampu memenangi 2 laga melawan Novara dan Cagliari. Tapi tidak saat Milan menghadapi rangkaian tour de force pada bulan Februari. Kalah menghadapi Lazio di ajang Liga Italia, juga hasil imbang saat menjamu Napoli di San Siro. Menghadapi Juventus dalam keadaan compang-camping setelah kehilangan salah satu pemain andalan mereka Zlatan Ibrahimovic setelah mendapatkan kartu merah pada laga melawan Napoli. Menghadapi Juventus, Milan gagal menang di San Siro setelah 2 gol Martin Caceres hanya mampu dibalas oleh sebiji gol oleh Milan.

Jelang tandang ke Udinese, Milan menghadapi krisis pemain dan percaya diri. Gagal di dua laga terakhir menjadi baying-bayang kelabu saat bertandang ke Friuli. Udinese walaupun kalah pada partai terakhirnya menghadapi Genoa, tetapi belum terkalahkan jika bermain di hadapan pendukungnya.

Dan apa yang dipikirkan terjadi, Milan ditekan oleh Udinese luar biasa dan langsung ketinggalan 1-0 melalui gol Antonio Di Natale. Sontak serangan Udinese begitu bergelombang. Jika bukan ketidaktenangan pemain Udinese dan penyelamatan Marco Amelia, Milan bisa saja hancur di babak I. Pada babak ke II, Milan bermain lebih baik tapi belum mampu menyarangkan bola ke jala Udinese. Tapi Udinese bukannya tanpa peluang, serangan balik yang dibangun anak-anak Udinese cukup membahayakan Milan.

Keuntungan seakan berbalik pada Milan saat Antonio Di Natale digantikan oleh Antonio Floro Flores. Tekanan Udinese berkurang drastis sehingga hanya mengandalkan kecepatan Pablo Armero dalam membuka ruang saat serangan balik. Kelihaian Allegri dalam mengatur permainan dapat dilihat saat dia memasukkan penyerang anyar Milan Maxi Lopez menggantikan Antonio Nocerino yang kurang optimal. Formasi Milan yang mengandalkan 4-3-1-2 berubah menjadi 4-3-3. Robinho, Maxi Lopez, dan El Shaarawy menjadi trisula lini depan Milan.

Efek pergantian tersebut mengubah gaya main Milan. Melihat Udinese yang begitu bernafsu menambah gol, membuat Milan mencoba melakukan serangan balik. Dan hasilnya terlihat pada menit ke 77 lewat gol yang dilesakkan pemain pengganti Maxi Lopez. Itu adalah gol pertamanya bagi Milan. El Shaarawy mencetak gol kemenangan melalui cara yang sama serangan balik. Kali ini melalui Maxi Lopez yang memberikan assist kepada El Shaarawy. Kemenangan itu juga membuat Milan berada di puncak klasemen sementara Serie A.

Tour de force selanjutnya adalah menjamu Arsenal di tengah pecan pada ajang Liga Champions. Kembali lagi intimidasi meragukan Milan akan menang mengemuka. Maklum selama 3 musim terakhir Milan dihentikan langkahnya oleh tim-tim dari Inggris yang salah satunya adalah Arsenal. Sebagai fans Milan ada rasa optimis dan pesimis melihat pertandingan ini. Optimis karena Arsenal sudah tidak diperkuat Cesc Fabregas dan Emmanuel Adebayor yang telah berganti seragam klub, hanya tersisa Theo Walcott dari tim yang mengalahkan Milan pada tahun 2008. Di sisi pesimis, Milan masih belum diperkuat gelandang elegan Alberto Aquillani dan penyerang Antonio Cassano. Kedua pemain ini merupakan raja assist Milan selama ini.

Milan ternyata memberikan sesuatu yang berbeda saat menghadapi Arsenal. Ibrahimovic dan Boateng kembali ke lapangan. Milan masih tanpa Nesta namun ada Philip Mexes yang bermain baik selama ini. Luca Antonini dipasang sebagai bek kiri menemani Ignazio Abate yang berada di bek kanan. Lini tengah Milan tidak banyak berubah, hanya menggantikan Urby Emmanuelson dengan Boateng.

15 menit awal Milan langsung menjebol gawang Arsenal melalui sepakan fantastis dari Boateng. Menerima umpan dari Nocerino, Boateng dengan sekali kontrol bola langsung dihujamkan ke gawang Arsenal yang dikawal Szcesny 1-0 Milan unggul. Arsenal mencoba mengejar ketertinggalan tetapi kesulitan untuk menembus ketatnya pertahanan Milan. Sebaliknya Milan lebih berbahaya dalam melakukan serangan balik melalui Ibrahimovic-Robinho-Boateng.

Menit ke 38 Robinho menggandakan keunggulan menjadi 2-0 memanfaatkan crossing dari Ibrahimovic yang lolos dari perangkap offside. Babak pertama berakhir dengan keunggulan Milan 2-0. Babak ke 2, Arsenal memasukkan Thierry Henry menggantikan Theo Walcott yang tidak optimal di babak ke 1. Arsenal masih mencoba menembus pertahanan Milan dengan memainkan bola-bola passing pendek.

Pada menit ke 49, kesalahan peragaan passing Arsenal membawa bencana. Ibrahimovic yang berlari menyusuri sisi kanan pertahanan Milan memberikan sodoran pendek kepada Robinho. Robinho dengan sedikit dribble dan menfaatkan terpelesetnya Thomas Vermaulen menembakkan bola ke sisi kanan Szcesny, gol!! 3-0 Milan.

Arsenal sebenarnya memiliki 2 peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan. Namun sepakan kaki kiri Robin Van Persie dan sundulannya masih bisa diselamatkan penjaga gawang Milan. Kelengahan Arsenal menghadapi serangan balik Milan juga menjadi awal petaka Arsenal pada menit ke 77. Ibrahimovic yang menghadapi duel 1 on 1 dengan Djourou dijatuhkan Djourou di kotak 16 dan wasit asal Hongaria langsung menunjuk ke titik putih menandakan hukuman penalty bagi Arsenal. Gol! Bola sepakan Ibrahimovic tidak mampu ditepis oleh Szcesny yang telah bergerak ke arah yang benar. 4-0 Arsenal tertinggal dan tidak mampu memperkecil ketertinggalan sampai berakhirnya babak ke 2. Milan menang 4-0 sekaligus mematahkan mitos sulitnya menang melawan tim asal Inggris di San Siro.

Iklan
Kategori:Olah Raga
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: