Beranda > Keluarga > 12 Januari 2012

12 Januari 2012

Hari ini agak berbeda dari hari biasanya. Saya sudah mengetahui dari hari kemarin bahwa teman-teman kantor saya akan merayakan hari ulang tahun saya yang ke 24 dengan sebuah kue tart. Mulanya saya menolak karena hari ulang tahun saya telah berlalu sekitar 2 minggu lalu. Tapi mereka nampaknya keukuh ingin merayakannya dan membeli kue tart besoknya.
Dari pagi memang saya sudah merasa tidak sreg dengan hal-hal beginian. Maklum, sejak kecil HUT saya hanya dirayakan di lingkungan keluarga dekat. Tidak pernah dirayakan di luar lingkungan keluarga kecuali saat saya masih kecil. Alasan lainnya, saya tidak ingin merepotkan teman-teman sekerja saya, biarlah hari yang telah lewat menjadi sejarah bagi saya.
Apa yang saya bicarakan dan sampaikan kepada mereka seakan mental. Saat pagi hari suasana kantor agak sepi memang, Pingkan dan Inge nampak tidak ada di tempat padahal mereka sudah ada. Pikiran saya mereka pergi membeli kue tart di dapur cokelat yang menurut mereka favorit saya.
Saat mereka datang, mereka masih membujuk saya untuk meniup lilin ulang tahun, tapi saya masih tidak mau dan berusaha membatalkan. Kira-kira jam setengah 3, Pingkan sudah masuk ke ruangan accounting tempat di mana saya berada. Edoh datang untuk memberi tahu bahwa kue tartnya sudah siap dan saya diajak untuk ke depan. Saya bilang sebentar lagi karena masih sibuk.
Tidak lama kemudian Inge masuk, dan Edoh sambil membawa kue tartnya berkata “udah di sini aja, ganti suasana”.
Teman-teman kantor yang lain pun berdatangan, Nana terlebih dulu ada, Bu Hety kepala divisi saya dan pak Thomson serta Putri dari bagian pajak. Joe juga meramaikan suasana dengan tawa yang khas.
Setelah tiup lilin, meja saya agak berantakan. Masih juga diajak foto-foto yang harus saya ladeni untuk menyenangi teman-teman kantorku ini.
Sore harinya saya kehujanan saat pulang kantor. Saya memang sudah menduga hujan akan turun, tapi saya tidak menduga akan sangat deras dan disertai angin. Saya duduk dan menunggu di angkot kira-kira 20 menit sebelum angkot itu jalan.
Hujan telah berhenti saat angkot telah berjalan. Namun sialnya macet menghadang saat memasukki kawasan Binus Anggrek, tidak jauh dari tempat kos saya.
Angkot pun berhenti di pertigaan Sevel dan saya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Capek melihat macet yang minta ampun, sehingga memutuskan untuk membeli sate ayam di depan gang U. Untungnya hujan tidak turun saat jalan pulang menuju kos. Saya begitu bersyukur pada hari ini. Karena ada anugerah Tuhan yang menyertai saya.

Iklan
Kategori:Keluarga
  1. September 13, 2012 pukul 10:22 pm

    I was wondering if you ever thought of changing the page
    layout of your website? Its very well written; I love what youve got to say.
    But maybe you could a little more in the way of content
    so people could connect with it better. Youve got an awful lot
    of text for only having 1 or 2 pictures. Maybe you
    could space it out better?

    • September 14, 2012 pukul 9:28 am

      well thanks for your comment. I appreciate what you said, well said, and I hope I can improve my page

      Thanks

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: