Beranda > What I See > Ceritaku 22/9/2011

Ceritaku 22/9/2011

Langit suam-suam kuku membuka petualangan di hari yang baru. Jakarta tertutup kabut tipis dari atas gedung yang berlantai 26 ini di bilangan Slipi. Kepalaku masih agak sakit karena sepak bola pada pagi hari yang membuat aku tidur kurang dari 6 jam. Computer yang telah kupasang juga tidak membantu. Pekerjaan telah selesai semua, aku harus menunggu dari divisi lain mengalirkan data mereka untuk aku olah ke dalam program akuntansi ini.

“Ini data berdasarkan laporan siapa? Kamu atau Pak Anderson? Tanya atasan saya bu Heni. “Coba kamu cek dulu ke laporan kamu”, “Iya bu, sebentar. Itu data tahun 2010 ya?” jawab saya menanggapi bu Heni. “Iya, 31 Desember 2010, coba kamu liat aktiva tetap perusahaan kita berapa nilai netnya.” Sambil membuka folder di mana aku simpan data perusahaan buatanku sendiri. “Sama? 46 miliar jumlah aktiva tetap kita?” sergah bu Heni ketika filenya telah kubuka. “Beda bu, berarti ini bukan data dari saya, ini data dari pak Anderson” jawab aku sambil tersenyum. “Oh, nanti saya cek ke pak Anderson” kata bu Heni sembari meninggalkan ruangan.

Aku sedikit melihat data-data perusahaan yang dikirim dari hari-hari kemarin yang sebelumnya aku tidak pernah buka. Menjadi akuntan itu agak sulit ternyata, untuk orang seperti saya yang aktif ingin mencari tahu sesuatu, duduk di belakang meja dan tanpa kegiatan adalah hal yang sangat sulit. Dalam keadaan seperti ini, teringat kalimat Soe Hok Gie yang berkata “kita ini tidak pantas mati di tempat tidur” kalimat yang selalu menantang saya.

Langit Jakarta masih sama saat bu Heni datang ke ruangan. Suhu AC di ruangan telah dinaikkan, sehingga menjadi pengap. Seringkali aku bosan dengan suasana pengap di ruangan saya. 2 jam telah berlalu dari jam kerja sesungguhnya tanpa ada kegiatan yang jelas. Saat seperti ini, aku selalu berusaha mencari kerjaan saya sendiri untuk dikerjakan. Seringkali aku malas karena usahaku sering tidak dianggap. Pikiranku seringkali berkecamuk dalam kondisi tidak ada pekerjaan untuk dilakukan. Pikiran yang berkata “kamu butuh tempat yang lebih layak di mana kamu bisa berpikir dan beranalisa, memainkan pikiran, menguras otak agar mau melebihi batas pemakaiannya. Aku ingin menjadikan diriku sibuk dengan berbagai hal yang bisa membawaku kepada kemajuan yang terbatas. Teman baik aku mengajak aku untuk ikut memasukkan lamaran di Astra Honda Motor (AHM) mengikuti program training. Namun di satu sisi, aku teramat sayang terhadap perusahaan ini. Telah 2 tahun saya bekerja di bawah naungan perusahaan ini. Pikiran-pikiran ini jelas ingin merontokkan rambutku dalam pikiran-pikiran yang saling bertempur satu dengan yang lain. Bisa-bisa saja hari-hariku selalu akan dipenuhi pikiran yang saling bertempur ini, seakan-akan tanpa lelah dan dengan tentara yang tidak terbatas. Aku iri melihat teman-teman yang bekerja dengan suatu prospek yang menurut aku cerah dan meningkatkan adrenalin persaingan. Jujur saja dalam diriku sendiri, bahwa aku ingin merasakan persaingan. Aku percaya bahwa persaingan membuat aku lebih dewasa.

Suasana ruangan menjadi lebih adem. Enak untuk berkonsentrasi sejenak ke pekerjaan. “Angga, nih voucher-vouchernya sudah saya periksa” Pak Rino tiba-tiba datang dari belakang membawa setumpuk voucher yang akan difile. “Oh iya pak” sambil mengambil voucher-voucher tersebut. “Kalo hari Jumat, kalian pada pake kaos kantor ya” kata pak Rino sebelum meninggalkan ruangan. “Lha, ini kan hari Kamis, bukan Jumat” kata Shirley sambil ketawa geli “kebanyakan kerja, makanya jadi lupa hari” sambung Randi. Mereka adalah 2 rekan saya di ruangan akuntansi.

Setelah kecamuk di dalam kepala saya seakan ringan ketika menemukan sesuatu yang ingin dikerjakan. Gencatan senjata antara para pihak yang bertempur dalam pikiran tengah dimulai. Aku tidak mau membuat mereka terlibat perang lagi di hari yang nggak panas nggak hujan ini. Walaupun kadangkala ada serangan-serangan kecil yang tidak jarang mengganggu kedamaian pikiran.

Iklan
Kategori:What I See
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: