Beranda > What I See > 9/11 – World Terrorism Center

9/11 – World Terrorism Center

Hari ini adalah hari di mana bangsa Amerika Serikat memperingati tragedy 9/11. Tragedy yang merenggut ribuan korban jiwa itu memaksa Amerika Serikat untuk berperang melawan terorisme. Serangan terorisme pada tanggal 9 September 2001 berlokasi di beberapa tempat di Amerika Serikat yaitu, Gedung World Trade Center atau yg lebih dikenal dengan menara kembar WTC di New York, Gedung militer Amerika Serikat Pentagon di Arlington, dan di Shanksville, Virginia yang ditargetkan untuk menyerang Gedung Putih di Washington D.C namun gagal karena adanya perlawanan dari penumpang pesawat tersebut.

Kejadian ini seakan membuka mata Amerika Serikat untuk berperang melawan terorisme di seluruh dunia. Dan saat itu juga terorisme menjadi musuh semua negara di dunia. Sampai saat ini negara-negara berperang melawan apa yang mereka sebut terorisme.

Saat kejadian 9/11, Amerika Serikat menyatakan perang dengan terorisme yang menurut mereka saat itu adalah dari kelompok Al-Qaeda pimpinan Osama Bin Laden (saat itu mereka menolak bertanggung jawab, namun pada 2004 mereka mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut). Afganistan adalah negara yang pertama merasakan serangan Amerika Serikat untuk memberantas terorisme. Perang yg melibatkan banyak negara sekutu Amerika Serikat itu meluluhlantakkan Afganistan hanya untuk memberantas terorisme dan menghukum mereka yang terlibat dalam serangan 9/11 tersebut.

Serangan terorisme tidak hanya menyerang Amerika Serikat saja, setidaknya pada tahun 2000an ini terdapat banyak serangan terorisme di berbagai kota besar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Serangan bom Bali I dan II, bom di Kedubes Australia dan Komjen Filipina, bom di hotel Marriot, dan serangan-serangan bom lainnya menandakan bahwa terorisme selalu ada dan harus dibasmi. Di luar negeri, serangan bom di London dan Moskow membuat negara-negara semakin berjaga-jaga atas serangan-serangan teroris.

Banyak pendapat menyatakan bahwa serangan-serangan teroris yang terjadi saat ini merupakan kelompok garis keras agama Islam yang menentang dominasi Barat. Sehingga, saat ini kita bisa melihat munculnya ketakutan terhadap orang-orang Muslim yang memiliki penampilan yg menurut orang Barat dianggap ekstrim.

Anggapan-anggapan berlebihan juga memicu reaksi yang berlebihan dalam kehidupan bermasyarakat ke depannya. Apa yang terjadi pada 11 September 2001 memicu pergeseran dalam kehidupan bermasyarakat di dunia ini. Kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan ketakutan dan paham menolak ajaran-ajaran yg bertentangan dengan kelompok mereka. Pergeseran ini memicu isolasi terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang dianggap sebagai kelompok terorisme.

Menilik dari kejadian-kejadian serangan terorisme yang terjadi, muncul pertanyaan dalam benak saya, apakah pemberantasan terorisme melalui perang telah berhasil? Apakah Amerika Serikat pernah mengumumkan kemenangan atas terorisme? Tidak pernah ada negara yang mengklaim bahwa terorisme itu tidak akan ada lagi. Yang ada hanyalah serangan balas membalas di antara 2 kelompok yang bertikai, yaitu mereka yang menamakan diri sebagai anti-teroris dan mereka yg menamakan diri teroris dan yang menjadi korban dari pertikaian ini adalah masyarakat yang tidak tahu apa-apa.

Contoh dari korban pertikaian ini adalah rakyat Palestina. Perang antara Israel dan Palestina seakan tidak akan pernah usai. Tidak ada niat untuk segera menyelesaikan perang ini. Bagi rakyat Palestina dan beberapa negara Arab, Israel adalah teroris yang harus dimusnahkan, sebaliknya, Israel dan sekutunya Amerika Serikat menyebut Palestina, khususnya kelompok Hamas adalah kelompok teroris di dunia. Namun dengan melihat fakta yg terjadi di lapangan, keduanya merupakan teroris yang mengancam peradaban manusia.

Sejarah menyebutkan, bahwa tidak ada perang menyelesaikan sebuah konflik. Terorisme adalah sebuah konflik dalam peradaban manusia, dan perang tidak akan mampu menyelesaikan terorisme. Lihat apa yang terjadi di Afganistan saat ini, perang telah usai, pasukan-pasukan penakluk teroris sedikit demi sedikit telah meninggalkan negara kaya minyak yang hancur akibat perang. Apakah terorisme telah menghilang dari negara tersebut? Tidak, bahkan mereka menyerang balik orang-orang yang menamakan diri mereka sebagai anti terorisme. Korban-korban yang tidak tahu apa-apa pun berjatuhan, bahkan korban yang meninggal di Afganistan melebihi korban yang meninggal dalam serangan 9/11, dan bahkan kerugian yang dialami oleh Afganistan saat ini lebih besar daripada negara Amerika Serikat.

Terorisme tidak akan pernah mati, sama seperti perang. Keegoisan manusia lebih sebagai pemicu terhadap munculnya terorisme. Sama seperti mimpi manusia yang egois yang tidak pernah berakhir, begitu pula terorisme. Namun, tidak adakah cara untuk menghindari atau mencegah hal itu terjadi? Selalu ada jalan bagi orang yang mau. Terorisme adalah suatu hal yang kompleks, sama seperti budaya korupsi di Indonesia.

 

 

 

 

Iklan
Kategori:What I See
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: